Minggu, 30 Desember 2007

Hidup kadang sangat meletihkan...
malapetaka datang tiada henti.
Cobaan datang silih berganti.
Aku merasa sepi Tuhan...
Aku benci saat malam semakin larut
mengheningkan penjuru dunia dengan gelapnya.
Membuatku terbrlenggu dalam bayang-bayang sepi.
Tolong aku Tuhan...
Kenapa sepi ini terus menyelubungiku?
membelengguku?
mengikatku dalam nestapa tak berkesudahan...

Jumat, 28 Desember 2007

FYI part 2

Pada tahun 2003, menurut penelitian human development index(hdi) pendidikan indonesia menempati urutan ke-122 dari 175 negara.

Sedangkan kedua negara tetangga kita:
Malaysia menempati urutan 58
Singapura menempati urutan 28

FYI

Tahun 1999 , sebuah lembaga survei internasional the political and economic risk consultancy (Perc), menyebutkan bahwa indonesia merupakan negara paling korup di kawasan asia.

Dalam laporan surveinya yang di tunjukkan dengan skala 0 hingga 10, di mana nilai nol menggambarkan situasi paling ideal, singapura mencatat angka rata-rata 1,55 u/korupsi dan 2,73 u/kronisme. Hongkong masing-masing mencatat angka 4,56 dan 3,68. sementara jepang mencatat angka masing-masing 4,25 dan 4. di sisi lain, indonesia mencatat skor paling buruk, yakni 9,91 u/korupsi dan 9,09 u/kronisme.

Itu ditahun 1999 ya…gimana sekarang?

Mungkin lewat dari angka 10. korupsi bukan hal yang aneh lagi di indonesia, itu sudah merupakan kebudayaa\n yang mendarah daging.

Suka hujan???

suka bermain di bawah derasnya air yang membasahi bumi???

suka keadaan setelah hujan???

Suka pelangi yang hadir setelah hujan usai???

Suka aroma rumput setelah hujan???


Hmmmm….

I LIKE hujan!!!


Mengenyam pendidikan itu susah?

Mengapa di Indonesia untuk mengenyam pendidikan yang bermutu sangat susah?

Mulai dari biaya pendidikan yang mahal, sistem pendidikan yang buruk, hingga bangunan-bangunan sekolah yang tidak layak pakai. Bahkan seorang guru yang kita kenal sebagai pendidik pun yang paling banyak mengambil andil dalam pembodohan siswa

Pendidikan Indonesia hanya untuk orang yang mampu membeli kursi kuliah dengan harga yang tinggi tanpa mementingkan kompetensi akademiknya”(Pembodohan siswa tersistematik,M Joko Susilo)
Bagai manakah nasip anak-anak yang terlahir dari orang tua yang tidak mampu? Sedangkan kita tahu, 49% rakyat Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan. Haruskah mereka putus sekolah?Padahal, Pasal 31 Amandemen UUD 1945 Ayat (1) menyatakan, Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan, dan Ayat (2) menyatakan, Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.

Gedung sekolah yang rusak juga menjadi fenomenal yang biasa di Indonesia. Tidak jarang kita melihat banyak siswa yang terpaksa belajar di tenda-tenda darurat bahkan di kolong jembatan. Ironis memang, pemerintah bisa membiyai jalan tol bermilyar-milyar, tetapi tidak bisa memperbaiki sekolah-sekolah yang rusak.

Sekolah kita tidak hanya rapuh dari segi fisik (banyak sekolah proyek inpres mulai ambruk), tetapi juga rapuh berhadapan dengan kekerasan dari luar yang merengsek eksistensinya, mulai dari cara-cara yang halus melalui metode pembelian buku serta berbagai macam bisnis yang yang mengatas namakan kepentingan sekolah, sampai cara paling kasar, pengerahan massa, penggusuran sekolah, serta penutupan kegiatan belajar-mengajar dengan cara menembok jalan masuk sekolah.”(Pembodohan siswa tersistematis, M. Joko Susilo)

DIA PAHLAWAN TANPA TANDA JASA???

Kenapa ya ada guru yang tidak mencerminkan seorang pendidik? Mulai dari tingkahnya sampai ngomongannya tidak GURU banget!!! Heran aku kenapa dia bisa diangkat sebagai guru.
Ngomongnya yang cablak n tingkah penjilatnya bikin aku muak melihatnya. Hilang sudah rasa hormat ku kepadanya. Dia baik sama kita pas lagi da maunya!!!
Guru itu tidak pantas disebut pahlawan tanpa tanda jasa!!!
Apa yang ada pada dirinya yang bisa mencerminkan pahlawan??? Huh, gak banget!!!
Aku juga benci dengan sikap ku yang berbaik-baik didepanya. Masalahnya kalau kita menentangnya atau menanyakan pembayaran yang rasanya aneh (baca:kemahalan), bisa-bisa nilai kita menjadi taruhannya.
Huhu!!! Susah jadi orang Indonesia!!!!
Kasian negara ini…
Masyarakatnya dari jaman sekolahan da diajar menjadi seorang penjilat oleh yang kita sebut PAHLAWAN TANPA TANDA JASA.

Share It