Kamis, 11 Desember 2008

Suatu kisah saat hujan turun tepat waktu.
Suatu kisah saat yang ada dalam pikiranku hanya bermain dan bermain.

Malam itu hujan turun dengan derasnya, suaranya yang mengenai seng rumahku menambah lelapnya tidurku. Tak diragukan lagi, besok pasti banjir. Apalagi saat itu kompleks rumahku masih daerah rawa-rawa.
Paginya...Dimulailah perburuan ikan!!! Dengan bermodal gayung, aku dan temanku yang bernama Umi biasanya menangkap bermacam-macam jenis ikan, ada yang warnanya biru, merah, ada yang berkumis, dan masih banyak lagi. Sungguh senang saat itu, dimana genangan air kecoklatan itu dianggap sama dengan kolam renang. Hehehe...
Lama-kelamaan menggigil juga ya... Pulang ke rumah sudah ada pisang goreng dan teh. Ahhh...nikmatnya hidup saat itu.

Kalau ingat masa-masa kecil jadi pengen kembali jadi anak kecil lagi...
Kenapa manusia harus tumbuh besar ya????
Siapa dia?
Siapa aku?
Apakah aku dan dia mahluk yang sama?
Apakah dia seorang manusia? Atau akukah yang bukan manusia?
Mengapa dia begitu mirip sekaligus begitu lain denganku?
Dalam setiap langkahku dia selalu mendampingiku.
Ahhh...





Aku dia. Dia aku. Aku sisi baik dia. Dia sisi jahat aku.
Atau malah kebalikannya?
Pusing de kuliah ini...
Atau akunya saja ya yang belum bisa menyesuaikan diri dengan keadaan saat ini?
Semua nilai pada error.
Malas masuk kuliah.
Tugas tidak ada yang kukumpul.
Ach, tau de. Pusing! Palingan ngulang tahun depan ( Padahal sedih juga si ngulang )
Bila sepi mendera, kemanakah kaki harus melangkah?
Mencari pelipur lara, tempat bersandar.
Dimanakah seorang Dia?
Bila hati sedang gundah,
Dimanakah seorang Dia?
Yang katanya Maha Pendengar!
Mengapa Dia bersembunyi dariku?
Tak kutemui sosokNya dimanapun.
Mengapa Ia menjauhiku?

Senin, 01 Desember 2008

matakuliah ini....

Tadi belajar "Masyarakat dan Kebudayaan Indonesia" (sebenarnya ini kuliah yang mengasikkan tapi, entah mengapa aku malas banget masuknya), kami belajar tentang "Nilai-nilai Utama Kebudayaan Bugis-Makassar". Pada zaman dahulu (kayak ngedongeng saja.hehe...) masyarakat Bugis-Makassar terkenal sebagai seorang pelaut/masyarakat bahari (ingat lagu waktu kecil "nenek moyang ku seorang pelaut..."), untuk bisa melaut menurut kepercayaan disana harus mematuhi 6 nilai-nilai utama:
1. Lempu, yang artinya kejujuran.
2. Acca, kecerdasan
3. Betteng, tegas.
4. Warani, berani.
5. Reso, kerja. Munkin maksudnya harus giat bekerja ya...
6. Astinajung, kepatuhan. Saat itu masi mengenal sistem kasta, so...harus patuh pada kasta yang diatasnya.

Trus tujuannya tulis di blog??? Nah!!! Aku juga belum tahu apa maksud dan tujuanku tulis ini. Sekedar iseng!hahay...


Share It