Jumat, 29 Mei 2009

Shoes

Habis browsing, aku jatuh cinta dengan sepatu-sepatu ini, jadi pengen punya...

Sepatu kets yang dua ini kyaknya nyaman di pakai kemana saja. Modelnya sedehana tapi mewah! Jatuh cinta deh...





Hmmmm... I LIKE, LOVE VINTAGE!!!






Sepatu ini lucu banget!!!
Seperti jellyshoes tapi bukan. Pokoknya lucu deh!!!

Jumat, 22 Mei 2009

Kotak Cinta

Punya kebiasaan aneh kumpulin barang-barang tidak jelas???
Aku gitu. Punya kebiasaan kumpulin barang-barang gak jelas tapi ada kenangan disetiap barang itu. Semuanya ku simpan pada kotak berbentuk hati yang ku namakan "Kotak cinta" (agak jijik juga su dengan namanya.hihi...)



Di dalam kotak itu tersimpan berbagai macam barang. Mulai dari bji-bijian sampai tiket nonton. Setiap barang itu mempunyai kenangan...




Kerang-kerang itu kukumpulin dari berbagai pantai yang ada di Sulawesi Selatan. Sebenarnya dulu ada banyak tapi, ku berikan pada teman-temanku dan ada juga yang hilang.
Bunga pohon pinus itu (apa buah ya?) ku ambil dari Malino, saat kesana dengan kakak ku dan pacar ku. Awalnya bunga pinus itu menguncup tapi lama-kelamaan kuperhatikan sepertinya mekar. Emang gitu ya???
Biji-bijian berwarna merah itu dari kampus ku (UNHAS). Banyak banget pohon yang berbiji seperti itu di sana. Gak tau kenapa gemes aja liatnya. Jadi kupungut deh!hihi...
Biji yang hitam itu, biji lengkeng. Lengkengnya dari kebun mertua loh!!! Hihihi... Terus biji lengkeng itu halus dan mengkilat jadi kepingin simpan.
Batu yang berwarna biru itu sebenarnya batu dari body spray "Putri" tapi aku dapetnya dengan cara ajaib. Waktu jadi MABA banyak banget dikasih tugas ma 'senior keparat' terus harus pake mesin ketik lagi tulisnya. Aku begadang semalaman kerjainnya, tiba-tiba nih batu jatuh aja dari atas. Percaya??? Betulan loh gak ngarang.
Yang berbentuk bintang itu adalah origami. Bintangkan nama angkatanku di Sastra Jepang (Hoshi: Bintang)





Itu semua tiket nonton ku bersama pai. Suka aja ngumpulinnya. Seperti anak kecil? Terserah deh!!!



Nah ini semua tentang pai dan pemberian-pemberian darinya...
Aku paling suka boneka kayu yang pake kimono itu!!!

Yah...inilah kotak cintaku.

Senin, 18 Mei 2009

Kado yang ku inginkan saat ulangtahun ku yang ke-19

1.Laptop!!! Lebih bagus kalau macbook air.




2.Kamera lomo




3.Semua buku karangan Pramoedya Ananta Toer ( kecuali yang judulnya “ Bumi Manusia ” dan “ Anak Semua Bangsa “. Sudah punya sih! )














Siapa tau aja ada yang ngasih!!!hihi…
Sedikit tentang aku nih dari kuis di facebook!!!

Leo

•Batu kelahiran: Onyx bintang. •Yang anda sukai: Warna cerah, tertawa terbahak, dan menjadi pusat perhatian. •Yang tidak Anda sukai: Malam yang membosankan, dilarang-larang melakukan sesuatu, dan dicueki •Kemampuan terbaik Anda: Memamerkan sisi terbaik Anda di pesta-pesta dan panggung, memotivasi orang ketika mereka merasa bosan dan menjadi relawan pertama dalam misi berbahaya. •Diri Anda yang dalam: Anda butuh dihargai atas semua kerja Anda. Sangat membantu, walaupun anda juga cenderung sombong, Anda akan melakukan apapun bagi mereka yang anda sukai, selama mereka menyirami anda dengan perhatian dan ucapan terima kasih. •Karir Anda: Sutradara film, arsitek, fotografer, dan administratur olahraga •Busana: Anda menyukai busana, tetapi lebih cenderung untuk mencampur barang yang sudah Anda miliki dengan barang baru. Hal inilah yang terkadang membuat Anda nampak ‘khusus’ tetapi Anda tidak peduli dengan hal ini, walaupun kadang orang sampai terbelalak. Anda tertarik dengan semua yang berkilauan. Anda dapat tampil konservatif jika memang dibutuhkan, tetapi idealnya anda suka terlihat sedikit ‘cemerlang’ •Sebagai seorang teman: Anda pemimpin alami. Teman-teman Anda berkumpul di sekeliling Anda menyerap energi Anda seperti ngengat tertarik kepada nyala api. Hati-hati dengan kepala besar Anda, tidak ada orang yang suka egomania. Tonjolkan sisi murah hati anda, dan ingatlah, kesombongan selalu muncul sebelum kejatuhan.

Senin, 11 Mei 2009

Aku…
Aku bukan siapa-siapa diantara beratus-ratus ribu manusia yang memenuhi bumi.
Aku tidak menyumbang sedikitpun pada peradaban manusia ini, belum, setidaknya…
Aku ada…
Aku ingin…
Aku berharap…
Aku bermimpi…
Aku akan menjadi wanita yang besar. Aku akan menyumbang pada peradaban. Aku akan membuat diriku berguna.
Dimulai dari hal-hal yang kecil…
Aku bisa!!!
Pasti!!!
Hari ini tidak seperti hari-hariku yang membosankan lainnya. Hari ini aku menjadi saksi pertemuan dua insan manusia…
Pagi ini, aku terbangun oleh cicitan tikus yang berakhir di dalam perut si raja malam bermata besar. Aku sedikit kesal, mengapa mahluk-mahluk yang diberi rahmat bergerak aktif ini selalu saja mengganggu ketenanganku? Mengapa mereka tidak menghormati aku ini? Aku sudah memberikan mereka keteduhan dengan daun-daunku, memberikan oksigen untuk mereka bernafas, buahku untuk menghilangkan rasa lapar mereka, dan masih banyak lagi yang kuberikan kepada mereka! Tetap saja mahluk yang tak tahu berterimakasih itu selalu menggangguku. Apa lagi mahluk berkaki dua yang berjalan tegap itu, yang menyebut diri mereka manusia, sudah tak terhitung banyaknya penderitaan pada kaumku yang disebabkan oleh mereka. Yah… Sudahlah…
Saat matahari sudah hampir berada diatasku, tiba-tiba seorang manusia berlari kearahku lalu memelukku ( Tentu saja kedua tangannya tak bisa melingkari tubuhku ) dan berkata “ Senagnya!!! Kukira di kota ini aku tak akan melihat pohon apple sebesar ini. Kau mirip pohonku! Salam kenal pohon. “ Oh… Bagaimana aku harus menjawab salamnya? Maka kugoyangkan dahanku dan kujatuhkan sebutir buahku yang telah ranum. Dia tertawa dan memelukku lagi. Oh… Aku menyukai manusia yang satu ini. Tapi bagaimana dengan teman manusiaku yang satunya lagi? Apakah dia bakalan mengisinkan manusia ini mengunjungiku? Astaga! Aku belum bercerita tentang sohib kecilku yang satu itu…

Dia manusia yang mananamku dan merawatku. Saat itu aku masih setinggi bahunya, dan dia masih sangat kecil, tidak seperti sekarang, tentu saja dia telah bertumbuh, sama seperti aku, tapi aku tumbuh dengan cepat, bahkan kotak-kotak yang dia sebut rumah telah kalah tinggi dan besarnya dari aku. Kami berteman, dia selalu mengadu padaku bila ada sesuatu yang mengganjal di hatinya dan juga dia bercerita bila ada yang membuatnya senang. Yah…itulah sohib kecilku. Tapi manusia yang satu ini agak berbeda dengan sohib kecilku, dia lebih kecil, rambutnya lebih panjang, dan gerakannya lebih halus, seperti semilir angin, lebih gemulai… “Hai! Kau disitu! Apa yang kau lakukan disini?” Gawat! Sohib kecilku telah datang dan dia agak kasar pada mahluk sejenisnya.
“Hai… Aku orang baru disini.”
“Apa perlu mu?” Oh…mengapa sohib kecilku ini! Tingkahnya sungguh tak sopan.
“Emmm…Aku cuma …”
“APA?!” Sohib kecilku berjalan mendekati kawan baruku dan menarik tangannya. Oh tidak!
“Hei! Apa-apaan kau ini! Lepaskan aku!”
“Kau siapa? Apa…” Sohib kecil ku terdiam, dan mukanya memerah, semerah buah ku. Kenapa dia? Dia melepaskan tangan kawan baruku dan membungkuk sambil meminta maaf. Minta maaf? Ini sesuatu hal yang aneh, sohib kecilku tak pernah meminta maaf pada mahluk sejenisnya. Tapi ini? Hei! Dia mengajak kawan baruku masuk kekotak itu dan mereka berjalan menjauhiku…
Hmmmm…

Share It