Kamis, 30 Juli 2009

Mungkin ini bulan keberuntunganku (Bulan Juli). Bagaimana tidak, aku liburan ke Jakarta, Bandung, dan Bali, semuanya gratis!!! Dibayarin!!! Huaaaa... Senengnya!!!
Semua beban masalah selama kuliah hilang, lenyap, terbang ketempat yang paling jauh. Mudah-mudahan aku tak harus lagi kuliah di Sastra Jepang. Mudah-mudahhan aku lulus dijurusan yang aku inginkan tahun ini.
AMIN!!!

Sabtu, 18 Juli 2009

Turut Berdukacita atas Teror Bom di Jakarta

Indonesia kembali harus mengalami peristiwa menyedihkan. Pada tanggal 17 Juli 2009 dua bom meledak di Jakarta pada waktu yang nyaris bersamaan yaitu di hotel Ritz Carlton dan JW Marriott.

Duh... Dwi cuma mau mengucapkan turu berdukacita dan semoga dalang di balik semua ini segera ditangkap. Orang yang lakuin itu gak ada kerjaan ya??? gak punya jiwa kemanusiaan ya??? gak pernah dia berfikir jika keluarganya yang menjadi korban bencana itu??? Aku gak habis fikir!


Selasa, 14 Juli 2009

Buku baru...

Habis dari Cinere Mol, gak lupa singgah ke Gramedia beli...

yang ini hargax cuma Rp 10.000 soalnya gi obral!!!


Harga: Rp 35.000


Harga: Rp 32.000


Harga: Rp !5.000

Kamis, 02 Juli 2009

Dress vintage!!!


Selalu suka yang ginian!!!
Akhirnya selesai juga membaca buku “ Tetralogi Buru” karangan Pramoedya Ananta Toer. Bukunya keren abis, tak rugi aku harus merogoh goceh dalam-dalam untuk membeli buku ini. Bagi yang menyukai karya sastra, ini buku wajib bagi kalian semua!!!



Tak heran buka ini mendapat banyak penghargaan dari seluruh dunia. Tahu tidak? Buku ini ditulis sewaktu Pramoedya masih mendekam dalam kamp karjapaksa tanpa proses hukum pengadilan di Pulau Buru.

Tetralogi ini mengambil latar kebangunan dan cikal bakal nasion bernama Indonesia di awal abad ke-20. Dengan membacanya, waktu kita dibalikkan sedemikian rupa dan hidup di era membibitnya pergerakan nasional mula-mula(Lentera Dipantara)

Tetralogi ini adalah roman dengan empat buku: “Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca.”
Kalau roman bagian pertama, “Bumi Manusia”, merupakan periode penyemaian dan kegelisahan; roman kedua, “Anak Semua Bangsa”, adalah periode observasi atau turun ke bawah; roman ketiga, “Jejak Langkah”, adalah pengorganisasian perlawan; maka roman keempat, “Rumah Kaca”, adalah reaksi balik dari pemerintahan Hindia Belanda yang melihat kebangkitan perlawanan meluas ditanah jajahan mereka. (Lentera Dipantara)

Setelah membaca buku ini, aku jadi pengagum berat Pramoedya. Semua buku karangannya harus aku baca dan miliki. Makanya harus semangat memenejem keuangan agar bias beli buku lagi. Yeah… Ganbatte Kudasai!!!

Share It