Senin, 23 November 2009

Cerita Sederhana di Hari Selasa

Kesederhanaan itulah yang paling indah. Coba kau lihat senja di hari ini (Selasa 17 November 2009), titik gerimis dan mega merah yang menyatu, memuaskan mata dan telinga.
Pohon Flamboyan yang begitu ramah di bulan ini, menggugurkan daunnya dan menggantikannya dengan bunga merahnya yang bermekaran memenuhi ranting dan cabangnya, begitu sedap dipandang. Dan disampingnya ada pohon yang terbaring mati dan kecoklatan, kontras memang, tapi entah mengapa begitu indah di hari ini.
Haha..jadi melankolis deh.

Mendengar para lelaki menceritakan masa lalu mereka, mungkin masa kejayaan mereka, lucu juga. Ditemani buku notes dan spidol biruku, kurasa ini harus diabadikan (cieleh…bahasanya!haha).
Ada keindahan dari kesederhanaan ini.
Semakin gelap, semakin banyak diantara mereka bercerita…
Mengenang…
Tertawa…
Tentu saja aku bukan bagian dari cerita itu, aku hanya penguping kecil atau mungkin pengamat kecil.haha…
Wow…kurasa aku aku harus segera pulang, sudah semakin gelap dan serbuan nyamuk tak tertahankan lagi.

Selasa, 17 November 2009

Puisi faforitku dari penulis Jepang

Angin musim gugur,
tiuplah awan yang menghalangi
kecerlangan murni sang rembulan,
dan enyahkanlah jauh-jauh
kabut yang menyelubungi hatiku.
Kini aku menghilang,
apa yang harus kupikirkan tentang itu?
Kita semua datang dari angkasa.
Dan kini aku akan kembali.
Setidaknya.

_Hojo Ujimasa (1538-1590)

Senin, 16 November 2009

MY ALTER EGO 1

Dia Hidup sendiri.
Dia kesepian.
Dia mencari teman yang seukuran dirinya.
Dia bertempat tinggal di hutan dekat rumahmu. Mengajak anakmu, adikmu, keponakanmu, cucumu bermain hingga mereka lupa semuanya. Memikatnya dengan nyayian dan tawa kekanak-kanakannya. Tak ada satu pun anak yang sanggup menolak pesonanya, tak akan ada yang sanggup.
Jarang ada yang kembali bila telah berada di rumahnya. Mereka bermain dan terus bermain. Mereka akan abadi dan tak akan dewasa sepanjang hidupnya hingga mereka membuat rumah sendiri dan memikat teman-teman barunya.
Orang-orang menyebutnya setan nakal, hantu penculik, hobgoblin…
Dia menyebut dirinya “Teman anak kecil”

MULUT BESAR

Si mulut besar ini tidak bisa berhanti mengoceh hingga tak sadar ia menyinggung perasaan banyak orang.
Dia tak bermaksud untuk itu.
Dia tak menyangka akhirnya akan begini.
Bukan itu yang dia harapkan
Beberapa hari yang lalu sempat koment-kometnan dengan teman ku di FB, dia berkata “ Ka saya menaati peraturan dan jadi anak yang baik selama jadi MaBa makanya saat bahalma* gak dapat jatah (di pukul).” (Yah kurang lebih begitulah yang ia katakan)
Menurutku…
Ada perbedaan mendasar antara:
“Menaati peraturan” dengan “Takut ma senior”
“Anak yang baik” dengan “Penjilat dan cari muka di senior”
“Patuh” dengan “Menjual hak asasi sendiri”
Hanya untuk orang-orang yang berfikir menggunakan otaknya dan harga diriyang bisa mengerti ini.

Untuk anak-anak Hoshi08!!!

Ket:* semacam pengkaderan

RABU KELABU


Ok. Hari rabu telah menjadi hari yang sangat membosankan bagi ku. Di rumah seharian dan tidak melakukan apa-apa hanya makan dan tidur saja, sukur-sukur kalau ada buku yang bisa dibaca. Nah kalau tidak ada?
Arghhhh…
Ditambah lagi pemadaman listrik bergilir yang dilakukan PLN. Jadi deh hari mengeluh takberkesudahan…
Arghhhhh….
I DON’T LIKE RABU!!!

Selasa, 10 November 2009

Dasai Senpai


Post ini untuk angkatan 2007 Sastra Jepang UNHAS...

Aduh ka' baru ngerasa jadi senior ya???
Atau baru ngerasa jadi pengurus???
Apa hak kamu melakukan "itu" terhadap MABA mu???
KAMPUNGAN!!!

gak tau HAM ya? Suka-suka mereka deh mau pakai baju apa, bergaya bagaimana, gak senyum ke kamu. Siapa si lo? SIBUK!!!
Sirik ya???
kasian...

Senin, 09 November 2009

THE END


(Hening)
Tik tak tik tok tik tak tik tok (Suara jam berdetak)
Bum!!! (Suara bantingan pintu)
“Sialan!!!”
“???”
“Kau!??”
“Apa? Mengapa kau pulang dengan lagak seperti itu?” (Emosi terkontrol)
“Dimana kau saat kejadian itu berlangsung?” (Mendidih)
“Itu bukan urusanmu!” (Berjalan menuju pintu)
“Bila mengenai kau itu sudah menjadi urusanku!” (Mencekal)
“Lepaskan aku!”
“Dimana kau saat itu?” (Masih mencekal)
“Dimana aku itu bukan hal penting, LEPASKAN AKU!”
(Melepaskan cekalan dan membiarkannya berlalu)
Dua hari yang lalu
“Kau minum, benarkan?” (Menyodorkan minuman)
“Ya.”
“Dia tahu kau ada disini?”
“Entahlah…” (Cuek)
Sekarang
“Perempuan berengsek!” (Menghempaskan badan ke sofa)
(Hening, sesekali terdengar helaan nafas)
Setahun yang lalu
“Aku hamil.”
“Apa? Benarkah? Kau sudah kedokter? Kau seriuskan?”
“Ya aku serius,” (Geli) “Aku belum kedokter, aku ingin memeriksanya bersamamu.” (Tersenyum)
“Lalu, dari mana kau tahu…”
“Bahwa aku hamil? Aku perempuan sayang.” (Tersenyum)
“Ah…ya!” (Tersenyum lalu memeluk)
Sekarang
(Hening)
(Suara pintu dibuka)
“Kau sudah tidur?” (Berjalan mendekat) “Maafkan aku, tak seharusnya aku membentakmu.”
“Apa yang kau ragukan? Tak ada yang kusembunyikan.”
‘Yah…Tapi…Ada yang ganjal. Kau menghilang saat kejadian itu.”
“Hah!” (Memunggungi)
Setahun yang lalu
“Kita akan mempunyai anak!” (Memeluk dan mencium)
“Ya…Hey! Geli tau” (Tertawa dan balas memeluk)
Dua hari yang lalu
“Kau mencintainya?” (Agak mabuk)
“Menurutmu?”
“Hahaha…Ya! Kau mencintainya bahkan sangat tergila-gila padanya.” (Meneguk minuman) “ Meskipun dia telah kehilangan minat padamu. Hahaha… Perempuan malang! Hahaha…”
“Oh ya?” (Emosi terkontrol)
“Ya!” (Meneguk minuman) “Kau telah kehilangan simpatinya bahkan mungkin cintanya, semenjak kau keguguran.” (Sangat mabuk) “Dan dia mengira kau dengan sengaja menggugurkan anaknya.”
“Ya, ada yang memasukkan obat pencahar di makanan ku.”
“Salah sayang, salah…” (Menggelengkan kepala) “Bukan dimakananmu, bukan. Hahaha…”
“Lalu dimana? (Dengan nada bersekongkol)
“Di minumanmu, kau mau tahu siapa yang melakukannya?”
Sekarang
(Ikut berbaring) “Ada sidik jari mu di gelas itu.”
(Menghela nafas lalu berbalik) “Ya, aku memang bertemu dengannya.”
“Apa yang kau sembunyikan? Demi Allah, dia kakak ku, kau tak mau membantuku mencari pembunuhnya?”
( Menghela nafas) “Aku yang membunuhnya.”
Dua hari yang lalu
“Aku! Aku yang melakukannya! Hahaha…Tau rasa kalian.” (Mencengkram bahu si perempuan) “Aku! Aku yang pertama bertemu dengan mu, dan berengsek kalian! Menikah tanpa sepengetahuan ku! (Sangat mabuk)
(Tersenyum miris lalu merogoh tas)
DOR!!!
(Hening)
(Perlahan bangkit dari kursi dan berlalu)

Aku Memiliki Segalanya

Seorang bertanya kepadaku;
“ Apa yang kau sesali dalam hidup ini?”
“Tak ada,” jawabku.
“Masa tak ada?”
“Ya tak ada!”
“Hah! Tak mungkin,” dengan nada tak percaya.
“Apa yang dapat kusesali jika aku memiliki segalanya?”, tanyaku.
“SEGALANYA? Tak mungkin!”
“Ya, SEGALANYA!”
“Apa yang kau maksud dengan segalanya itu?”
“Segalanya ya segalanya, semua yang dapat membuat seorang manusia berbahagia. Aku punya orangtua yang selalu melimpahkanku dengan kasih sayang, aku punya kakak dan keluarga yang menyayangiku, aku punya sahabat, aku punya seseorang yang selalu ada buatku, hidupku berkecukupan, aku bisa tidur dengan nyenyak, aku punya harapan dan impian, aku punya masa depan, dan terutama Tuhan selalu bersamaku. Apakah itu belum cukup?

Jumat, 06 November 2009

Mintalah, maka akan diberikan kepadamu.
Carilah, maka kamu akan mendapat.
Ketuklah maka pintu akan dibukakan bagimu.

LOST CHILD




Tempat: Hutan pinus, malino

Share It