Senin, 29 Maret 2010

Disuatu sudut titik tergelap
dia bersemayam!!!
menanti kesempatan, peluang...
membisiki, menghasut...
menggrogoti sekelilingnya.
memakan cahaya, harapan, dan impian.

Banyak yang tidak sadar akan keberadaannya, hingga...
semuanya hancur, lebur, sia-sia...

Dia ada disekitarmu.
Bahkan sangat dekat denganmu!
Aku menyabutnya;
Pemakan mimpi
Sarang keputusasaan
Prasangka
Kedengkian
Iri hati
Ketakutan

Apa dia sesungguhnya?
Dia berada di sudut tergelap.
Bersemayam!!!
Mencari kesempatan... Peluang...

Sabtu, 27 Maret 2010

WAKE UP!!!!



Dengan muka berantakan dan rambut awut-awutan jadi pengen foto :)
Papu pun selalu eksis!!!

Sabtu, 20 Maret 2010

Sepintas memory

Jumat, 19 Maret 2010

Jam 6.00 am
Alaram berdering!!! Howaaaa… Balik badan, matikan alaram, tidur lagi.

Jam 8.25am
Terbangun sebentar lihat jam, Hebat! Dah telat buat kuliah Bahasa Inggris Terpadu 2 yang kuliahnya jam 7.30am. Kuraih Hp ku dan mulai mengetik sms buat Waru (juniorku);
“De ad dosen? Ttdkan ka nah.”
Balasannya:
“Ndada, tgasji kak. Tgas kelompok2, buat dialog 4org skelompok “
Dan tau tidak kumpulnya kapan? Hari itu juga! Sial! Kayaknya saya bakalan gak kumpul tugas lagi. Balik badan meraih guling lalu tidur lagi :p

Jam 9.45am
Nyawa telah terkumpul sepenuhnya ☺, buru-buru bangun, rencananya mau segera mandi, tapi lagi ada tanteku di kamar mandinya, so… makan dulu ah! Bermodal telur dadar, abon ikan dan nasi panas dimulailah proses sarapan yang memakan waktu. Tanteku da keluar dari kamar mandi tapi sarapanku baru berlangsung dua suapan. Iseng lirik jam, good!!! Da jam 10 lewat, jam 11 teng sa ada tes bahasa Belanda. Untuk mandi saja saya membutuhkan ½ jam, untuk pakaian ½ jam juga, dan perjalanan dari Sungai Limboto (nama jalan tempat ku tinggal) ke Unhas 45 menit. Keburu gak ya???

Jam 12.15pm
Nyampe di kampus!!!
Tes telah berakhir! Hilang lagi 1 nilai. Hiks padahal malam sebelumnya aku telah menghapal:
- het klimaat: de regen, de sneeuw, waem, hagelen, windering, stormux.
- De seizoemen: de lente, de zomer, de herfst, de winter
- Landschap in Nederland
- Dll
Jadi ngapain aku ke kampus kalau gini??? Buang-buang uang Rp 3000! Mau kemana kita? Kerumahnya Pai tapi pasti dianya gi solat Jumat. Menunggu deh… Untung bawa buku “9 Matahari” dan putar mp3 Hp. Menunggu sendiri seperti anak autis saja ☹, biar lebih mirip anak autis ku keluarin camdig andalanku dan memotret got disampingku yang entah mengapa airnya jerni banget seperti sungai kecil. Jadi kepingin cemplungin kaki, apalagi siang ini matahari sedang bersemangat!

Jam 1.00pm
Akhirnya selesai juga orang solat jumat!
Naik pete-pete 07 lalu turun di depan Hertasning. Duh nostalgia banget di daerah itu, jadi ingat rumahku yang di Hertasning II no 17 yang sekarang dikontrakin. Daerah ini kan selalu kulewatin kalau pulang sekolah atau naik sepeda. Huhuhu…
Dijemput Pai dari sini, tidak lupa singgah beli rujak dan es dawet!

Jam 2.00pm- Malam
Dirumah Pai
Tentu saja pas nyampe di rumahnya Pai, langsung makan rujak dan minum es dawetnya. Cerita-cerita, ngobrol ngalor ngidul dll.

Anaknya orang ternyata belum makan siang, aku juga si. Hehe…
Mulailah menggoreng tempe dan dadar telur. Yang goreng tempenya Pai, aku ambil-ambil tempe yang da digoreng, dianya jadi sebel dan bilang dak baek itu makan makanan yang belum tuntas digoreng semuanya. Kenapa??? Ka cepat ki habis, dak ada mi di makan dengan nasi! Hehehe… Aku siapin nasi untuk bapak yang satu itu, dia gak suka nasi yang telalu panas. Juga mulai memotong-motong bawang dan lombok untuk dadar telurnya. Setelah tempenya selesai semua digoreng, aku kebagian disuruh dadar telur.

Mari makan!!!
Oh ia tadi kan ada sisa saosnya (tepat gak si bilang saos?bumbu mungkin ya?) rujak, aku celupin tempenya disitu. Hmmmm…enak! Tapi Pai bilang aneh, dia malah celupin tempenya di sambel abc botolan yang dicampur dengan perasan jeruk nipis. Nah lo, anehan mana?

Setelah itu kami nonton TV sambil cerita-cerita hingga malam.

Lapar lagi tentunya…
Kayaknya bikin martabak mie enak nih! Nah ada orang sok tahu banget disini. Masa martabak mie pake indomie kaldu?! Ya indomie goreng lah! Pokonya banyak ke sotoyan yang ia lakukan! Tapi lucu juga si jadi masaknya nyenengin. Sambil cerita-cerita dan bercanda!

Aku juga bongkar-bongkar album fotonya. Hihihi… Banyak foto-foto cupunya. Aku ambil dua lembar, mau di doti ;p

Gak tersa da malam banget. Di pulangin deh…

THE MIRACULOUS JOURNEY OF EDWARD TULANE




PERJALANAN AJAIB EDWARD TULANE


Pengarang; Kate DiCamillo
Ilustrasi: Bagram ibatoulline
Penerjemah: Dini Pandia
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Sinopsis:
Buku ini bercerita tentang seekor (sebuah mungkin lebih tepatnya) boneka kelinci porselen yang bernama Edward Tulane. Kelinci ini sangat bangga pada dirinya sendiri, ia dimiliki seorang anak perempuan bernama Abilene, yang memperlakukannya layaknya seorang adik dan amat sangat menyayanginya. Edwar Tulene dilimpahi bermacam-macam baju, celana, topi, dan jam saku yang khusus dipesankan untuknya.

Lalu, suatu hari, ia jatuh kelaut.

Maka dimulailah perjalanan luar biasa Edward Tulene: dari dasar laut ke jala nelayan, dari tumpukan sampah ke dekat api unggun gelandangan, dari tempat tidur anak yang sakit keras ke jalan-jalan kota Memphis. Dan selama perjalanannya itu, ia jadi tahu- bahwa hati yang paling rapuh sekalipun dapat belajar menyayangi, kehilangan, menyayangi lagi dan cinta.

Edward Tulane mengingatkanku pada boneka tedybear kesayanganku, “Papu”. Meskipun tidak seglamor Edward, tapi papu “benda” yang sangat disayangi. Siapa yang tahu kalau Papu juga mengalami petualangan panjang sampai kedalam pelukanku? Kurasa tak ada yang tahu. Bisa saja papu pernah tertelan oleh hiu atau buaya! Yak kan? Yasudah…

Kamis, 11 Maret 2010

De Regen

Kau pernah berkata, "Hujan selalu mengingatkanku padamu."
Saat ini hujan turun.
"Mengapa?"
"Mengapa hujan selalu mengingatkanmu padaku?" Tanyaku...
Kau tersenyum lalu membelai lembut kepalaku.
"Mengapa?"
"Mengapa?"
"Mengapa?" Rengek ku.

Itu 3 tahun yang lalu...
Sekarang?
Akankah kau mengingatku saat memandang hujan yang turun?
Adakah kau pernah merindukanku?

Sepintas lalu dipertemuan selanjutnya, aku mencoba memaksamu mengatakannya, "Mengapa?"
"Adakah persamaan antara aku dan hujan?"
"Mengapa?"
"Mengapa?"
"Mengapa?"
Kau tak kunjung menjawab
hanya tersenyum...

Itu 3 tahun yang lalu...
Sekarang hujan.
Adakah sosokku hadir dalam setiap hujan yang turun?

Selasa, 02 Maret 2010

I'm Lovin' it


Mcd adalah tempat pacaran paling TOP buat kami (Aku dan Pai). Di sana kami bisa mengobrol ngalor ngidul hingga saling curhat tanpa takut ada yang nguping, bisa ngenet sepuasnya (secara Wifi geratisan), dan juga berfoto-foto ria . Oh ia, sebenarnya faktor paling utamanya karena dengan hanya memesan dua gelas milo ukuran personal, kami sudah bisa duduk berjam-jam, maklum lah pasangan kere. Hehehe…
Kalau banyak uang mah kami lebih memilih nongkrong di Black Canyon, Madam Wong, atau Quadro. Tapi berhubung uang pas-pasan ya… :p

Pegawai McD kurasa sudah mengenal kami (sok terkenal!!!:p), mereka pasti berkata di dalam hati mereka “Edede… Datang mi sede pasangan yang cuma bisa pesan milo dan paling lama pulang.”. Hwahaha…

Mcd is the best lah pokoknya…
Aku juga penggemar burger dan es krimnya McD loh :). Burgernya McD gak ada yang ngalahin pokoknya.

Teman Proses Kreatif

Ini dia yang selalu ada menemaniku disaat ilham-ilham merasuk jiwa...

Sesuatu yang Berubah

Hey…
Ada perubahan besar yang terjadi pada sifat ku yang baru ku sadari. Aku ingat, aku dulunya anak yang paling emosian, mudah meledak-ledak. Bila ada yang tidak berkenan di hati ku atau tidak sesuai dengan keinginan ku dan harapan ku, aku akan marah-marah dan ngambek. Parahnya, semua orang yang bakalan kena getahnya, tidak perduli dia salah atau tidak, ada hubungannya atau tidak, yang penting dia ada saat itu pasti akan ku semprot. Oh ia, bila sudah ngambek, aku tahan berhari-hari mendiamkan orang-orang disekitarku.

Tapi itu dulu loh, sekarang Alhamdulillah sudah mendingan. Aku jarang meladak-ledak lagi dan bila marah hanya pada orang yang bersangkutan dan tidak megeluarkan kata-kata kasar, lebih banyak diam.

Apakah aku telah menuju kedewasaan?

Aku mulai tersadar akan sifat ku yang mengalami perubahaan saat beberapa teman ku mengatakan aku orangnya sabar, bahkan seseorang baru-baru ini berkata “ Kalemnya Dwi, kalo sekalem Dwi ka disayang ku itu ma pacarku.”
What? Saya kalem? Ini orang yang tidak terlalu kenalka atau memang tanpa kusadari aku telah berubah?

Selama ini menuju ke hal-hal positif ku rasa tidak ada masalah si asal jangan sampai aku distorsi sifat saja dan jangan sampai aku kehilangan Dwi Ananta Sari itu.

Share It