Jumat, 25 Februari 2011

Nibiru dan Kesatria Atlantis

NIBIRU dan Kesatria Atlantis
Oleh Tasaro GK

Editor: Sukini
Desain Sampul: Rendra TH
Desain Isi: Rendra TH
Penata Letak Isi: Ikhsan
Ilustrator: Bayu Aryo D
Cetakan I Desember 2010

Penerbit Tiga Serangkai

Buku ini berkisah tentang Dhaca Suli, murid Bhepomany (semacam Hogwarts di kisah Harry Potter) yang sangat nakal dan sering membolos hinggah tak pernah naik kelas. Bersama ketiga sahabatnya; Sothap Bhepami, Nyithal Sadeth, dan Muwu Thedhmamu, mereka di juluki “Empat keparat kecil dari Selatan”. Perlu diketahui, Pulau Kedhalu dibagi menjadi dua wilayah, Utara dan Selatan. Untuk lebih jelasnya saya akan mengutip bagian yang menjelaskan tentang Kedhalu:

“Pulau Kedhalu seperti legenda yang tidak pernah ada bagi orang-orang di luar pulau itu. Namanya termasyur hingga jarak ribuan hari perjalanan berkuda dari pulau di tengah samudra itu. Seperti kebanyakan orang Kedhalu yang tidak tahu apa-apa tentang kehidupan di luar pulau, demikian juga dengan penghuni Benua-Benua Besar yang hanya mendengar kabar sayup yang tidak bisa dipastikan kebenarannya tentang keberadaan Kedhalu. (Sekilas mengingatkan ku pada Jepang saat kepemimpinan Shogun Tokugawa)

Keistimewaan pulau ini menurut orang-orang yang penasaran terhadap keberadaannya, ada pada para penghuninya. Orang-orang Kedhalu memiliki tradisi olah tubuh yang bisa mendatangkan kekuatan tanpa batas. Kemampuan itu disebut pugabha. Dalam bahasa Kedhalu, kata itu berarti kuasa.

Melalui latihan disiplin yang begitu ketat dan sangat lama, pugabha seseorang bisa menjadi kekuatan luar biasa untuk melindungi diri atau justru menyerang lawan. Dari zaman ke zaman, orang-orang Kedhalu melatih pugabha dalam delapan keahlian. Umumnya, setiap orang Kedhalu hanya memiliki satu bakat pugabha. Seumur hidupnya, dia kemudian melatih secara khusus pugabha yang ia kuasai. Pun demikian, bakat dan kesungguhan dalam berlatih menentukan sebaik apa seseorang mampu menguasai pugabha-nya.

Pada khasus tertentu, dan ini sangat langka, seorang Kedhalu yang memiliki garis keturunan istimewa mampu melatih dua atau tiga pugabha sekaligus. Dari sedikit orang yang memiliki keberuntungan ini, semuanya merupakan penduduk pulau bagian utara. Orang-orang Kedhalu Utara adalah penduduk kelas menengah ke atas dalam segala hal. Rumah-rumah mereka bagus karena tidak sekedar dibangun dari lumpur yang dikeraskan, tetapi juga ditopang kayu-kayu kukuh dan wibawa pugabha pemiliknya.

Pakaian-pakaian mereka dibuat dari kain-kain kulit pohon pakabh yang diolah secara khusus dan ditenun halus. Makanan mereka melimpah dan beragam. Terbuat dari tanaman dan buah-buahan berkualitas baik.

Sementara itu, orang-orang Kedhalu Selatan adalah warga miskin yang kebanyakan hanya menguasai pugabha dengan level rendah. Dalam keseharian, orang-orang Kedhalu Selatan hidup seadanya. Jika tidak mencari buah-buahan liar ke hutan, mereka pergi ke wilayah Kedhalu Utara untuk bekerja pada keluarga-keluarga di sana. Mengurus kebun-kebun mereka, rumah, atau menjual jasa apa saja untuk kebutuhan orang-orang Kedhalu Utara.

Meski tampak tidak memiliki daya tawar dibandingkan para penduduk Kedhalu Utara, orang-orang Kedhalu Selatan punya kemampuan khusus. Mereka memiliki kekuatan otot yang istimewa. Meski sebagian besar tidak memiliki kemampuan pugabha yang baik, mereka merupakan petarung-petarung tangguh. Berbagai senjata, baik tajam maupun tumpul menjadi berbahaya di tangan mereka.“

Petualangan mereka bermula saat Dhaca Suli bermimpi (yang ngotot dia katakan bukan mimpi), dikejar oleh sesosok mahluk gelap bermata menyala yang dua sisi tubuhnya dikawal dua angin puyuh api setinggi langit. Rasa penasarannya akan mahluk itu membawanya pada pengetahuan akan ramalan kedatangan Nibiru, Sang Pembawa Kiamat yang pasti akan muncul setiap 5013 tahun.

Lalu serangan dan penculikan atas ayahnya, Wamap Suli, oleh Jubah Sihir yang sejatinya adalah Annunaki, penyihir budak Nibiru membawanya pada perlindungan pethunya, sang pemimpin Kedhalu. Dia diserahkan kepada keluarga Luminya untuk diberi tempat tinggal.

Rahasia asal usulnya, mimpi, serta keheranannya atas Annunaki yang bernafsu menangkapnya membuatnya bertekad mengalahkan Nibiru meski tampaknya sangat mustahil.

Ketika ramalan tentang Nibiru mengguncang dunia, pengusa Atlantis menyerang Kedhalu untuk menciptakan angkatan perang berkemampuan pugabha. Hal itu menyebabkan empat keparat harus menyatukan Kedhalu Utara dan Kedhalu Selatan serta mencari pewaris sah Raja Saternatez yang dapat melindungi Kedhalu dari para kesatria Atlantis dan Annunaki.

Siapakah pewaris sah Raja Saternatez?
Apakah Nibiru telah muncul?

Buku aksi fantasi pertama yang dikarang oleh anak Indonesia. Sudah tentu menjadi bacaan wajib untuk pencinta Narnia, Lord of The Ring, Harry Potter, Eragon, dan segala kisah fantasi favorit lainnya. Buku ini bisa saya katakan mengambil setting beberapa kebudayaan kita. Sangat Indonesia menurut saya. Banyak kejutan di buku ini, banyak kejadian yang tak disangka-sangka, dan banyak tokoh yang kita kira baik, ternyata hanya memakai topeng. Membaca buku ini serasa berjalan ditengah maze, membuat penasaran dan semuanya akan jelas setelah menamatkannya.


Tasaroh GK telah menjadi pengarang idola ku semenjak aku membaca bukunya yang berjudul “Muhammad, Lelaki Penggenggam Hujan.” Yang juga sempat saya tuliskan di sini

SELAMAT MEMBACA!!!

Fase Kesedihan

Pernahkah kalian kehilangan seseorang yang kalian sayangi karena terlebih dahulu menghadap kepada Sang Kekasih? Bagaimana perasaan kalian saat itu? Sedih? Marah? Tidak terima?!! Saya pernah merasakannya. Pertama kali saat saya berumur sepuluh tahun, Aba’ (ayah) saya meninggal. Lalu saat berumur empat belas tahun, Andi’ (mama) saya menyusul. Hanya terpaut empat tahun, dengan usia yang sedang labil-labilnya, saya menjadi yatim piatu. Sepanjang hidupku, mungkin itulah cobaan yang terberat yang diberikan Sang Kekasih kepadaku.

“Bagaimana kau menghadapinya?”
“Apa yang kau rasakan saat itu?“

Pertanyaan itu sering menjadi pertanyaan yang dilontarkan kepada ku, baik secara langsung, maupun dengan diam. Dengan mengingat saat-saat itu, bisa dikatakan, ada empat fase yang kulalui dan mungkin akan kalian lalui saat kehilangan seseorang yang kalian cintai. Karena sesungguhnya kematian dan perpisahan itu PASTI adanya.

Fase Pertama:
Awalnya saya melakukan penolakan disusul ketidak percayaan. Berharap ini cuma mimpi buruk dan sebentar lagi saya akan terbangun dan semuanya akan baik-baik saja.

Fase Kedua:
Saat KENYATAAN itu terpampang di depanku dan saya tidak bisa lagi menyangkal bahwa ini semua mimpi, saya merasa MARAH!!! Ya, marah! Marah terhadap semua yang ada. Marah kepada Aba’ dan Andi’ yang meninggalkan ku, marah kepada keluarga ku yang lain, marah kepada orang-orang disekitar ku, marah terhadap dunia ini, dan terutama kepada Sang Kekasih.

Ini fase yang teramat sulit kulalui. Aku membenci apapun dan siapapun saat itu. Aku iri dengan semua orang yang tidak mengalami nasip seperti saya. Aku menjadi orang yang sinis. Tapi tentu saja saya tidak memperlihatkannya kepada orang-orang, bertopenglah aku layaknya orang-orang yang munafik.

Fase Ketiga:
Seiring berjalannya waktu, rasa marah itupun menguap. Benar memang adanya, waktu adalah obat segalanya. Marah menguap, tertinggallah kesedihan bersamaku dan dengan bantuan waktu jualah, kesediahan itu menjelma menjadi penerimaan dan keikhlasan. Aku berdamai dengan diri ku dan kepada Sang Kekasih aku mulai mendekatinya kembali.

Fase Keempat:
Kemudiaan, hal yang paling membahagiaan untuk ku, saat aku teringat pada sesuatu yang Beliau katakan atau lakukan, aku dapat tersenyum (bahkan terkadang tertawa). Mengingat Aba’ dan Andi’ tak pernah lagi menyakitkan. Hanya ada rasa syukur, memiliki mereka sebagai orangtua.


Rabu, 23 Februari 2011

Feels Like Home


Cobalah mendengarkan lagu ini setelah menonton “August Rush” dan dia mengartikannya kata perkata (atau menyanyikannya mungkin) sambil menatap langsung kemata mu...

Kemudian memeluk mu dan mengucapkan betapa ia mencintaimu (masih diiringi oleh lagu ini)...

Sebuah tindakan sederhana darinya. Tapi sangat berarti...

Terlebih untuk ku yang telah lama kehilangan rumah.


"Feels Like Home"

Somethin' in your eyes, makes me wanna lose myself
Makes me wanna lose myself, in your arms
There's somethin' in your voice, makes my heart beat fast
Hope this feeling lasts, the rest of my life

If you knew how lonely my life has been
And how long I've been so alone
And if you knew how I wanted someone to come along
And change my life the way you've done

It feels like home to me, it feels like home to me
It feels like I'm all the way back where I come from
It feels like home to me, it feels like home to me
It feels like I'm all the way back where I belong

A window breaks, down a long, dark street
And a siren wails in the night
But I'm alright, 'cause I have you here with me
And I can almost see, through the dark there is light

Well, if you knew how much this moment means to me
And how long I've waited for your touch
And if you knew how happy you are making me
I never thought that I'd love anyone so much

It feels like home to me, it feels like home to me
It feels like I'm all the way the back where I come from
It feels like home to me, it feels like home to me
It feels like I'm all the way back where I belong
It feels like I'm all the way back where I belong

 _Ost My Sister's Keeper

Terimakasih untuk dia... Didekatmu dan bersamamu aku menemukan rumah untuk pulang.


Romeo Juliet

ROMEO JULIET
The Tragedy of Romeo and Juliet
Penulis:
William Shakespeare
Alih Bahasa:
Manda Milawati A.
Penyadur:
Musthofa W. Hasyim
Sholeh UG.
Pewajah Sampul:
Zaeni Yusuf
Pewajah isi:
F. Ulya. Himawan
Tebal: 184 halaman
Cetakan: I-2010
Penerbit:
NAVILA


Karena sesungguhnya kebijaksanaan hanya bisa didapat melalui latihan dan akan mencapai kesempurnaan selama bertahun-tahun.
_ Shakespeare, Romeo Juliet

Siapa yang tidak pernah mendengar kisah tentang dua insan manusia yang saling mencintai tapi harus terpisah oleh warisan kebencian ini? Mungkin bisa saya katakan, TIDAK ADA. Saya ingat, pertama kali mendengar kisah ini saat TK, tapi hanya sepotong-sepotong dari menguping kakak dengan teman-temannya. Lalu, saat mulai besar, saya menonton filmnya. Dan sejujurnya, saya bingung. Dengan otak kanan-kanak, saya berfikir kisah ini tolol, penuh kesia-siaan. Saat itu saya berfikir, “Apa arti cinta yang berujung pada kematian? Apanya yang romantis dari bunuh diri bersama?” Pendapatku itu terus bertahan hingga saya dewasa.

Setelah saya membaca buku ini, akhirnya saya paham. Film yang saya nonton tidak mampu merangkum intisari dari kisah ini. Atau mungkin otak saya yang belum bisa paham tentang ini?! Entahlah… Yang aku tahu, dulu aku tidak memandang kisah ini secara keseluruhan. Tidak melihat akhir kisah, kesimpulan kisah ini. Tak sadar yang selama ini kukira bad ending, ternyata happy ending, setidaknya bagi rakyat Verona. Romeo dan Juliet tidak mati dengan sia-sia. Kematian mereka membawa perdamaian diantara kedua keluarga mereka, yakni, Capulet dan Montague. Kedamaian akhirnya melingkupi Verona. Meskipun kedamaian itu tercapai dengan korban manusia.

Disajikan dengan bahasa yang sangat indah, yang mampu menyeret kita ke masa itu. Shakespeare selalu membuat saya berdecak kagum dengan bahasa yang ia sajikan di buku ini.

“Romeo dan Juliet. Kisah cinta abadi dan melegenda, bertahan dari generasi ke generasi. Kedua insan ini menjadi bukti kekuatan cinta, yang tak memandang kasta atau harta, pun tak peduli pada harga diri.
Cinta selalu punya dua sisi, ia bagai jembatan mimpi atau bagai anggur yang memabukkan jiwa. Namur dalam cinta terselip belati, bisa membunuh juga bisa melukai.

Cinta mendorong Romeo menjadi pemberani, tak takut mati. Cinta juga menuntun Romeo untuk berhati lembut, tak suka membalas dendam. Cinta Romeo pada Juliet, menjadi peredam amuk, membuhul tali persaudaraan, meski akhirnya mereka harus menjadi korban.”

Cinta akan menunjukkan jalan, seperti mereka menunjukkan jalan untuk menemui mu.
_Shakespeare, Romeo Juliet





Mengunjungi Kebun Buah Naga (Calon) Mertua

-->
-->
Ini kali ketiga saya bertandang ke kebun ini. Kali ini saya kesana selain untuk bersilaturahmi juga ingin melihat pohon buah naga yang katanya telah berbuah. Menurut cerita dia, bunga pohon itu sangat indah dan rasa buahnya juga sangat enak. Berhubung buah naga yang ditanam di sana yang daging buahnya berwarna merah  (sangat merah) dan saya hanya pernah sekali saja mencoba buah naga yang seperti itu, biasanya yang dijual di supermarket daging buahnya berwarna putih dan rasanya sedikit hambar, saya semakin exited untuk melihatnya. Dan juga menurut tradisi keluarga dia, buah pertama tidak untuk dijual, hanya dimakan sendiri dan dibagi-bagikan. Saya berharap dong ya dikasi barang sebiji :p
 
Sayang saat tiba disana hari telah beranjak sore dan bunga dari pohon buah naga itu telah menguncup. Padahal saya sangat berharap dapat melihat langsung bunga tersebut. Ya apa daya, saya hanya bisa mencium semerbak baunya dari kelopak-kelopak bunga yang menguncup itu...


 Gatel pengen petik, tapi belum masak nih buah. Padahal sudah besar dan merah banget.

 Anggrek kuning yang indah :)

2 Buah naga menjadi milik ku :p


Saatnya disantap

Selasa, 15 Februari 2011

Menyadarinya

Saat-saat yang paling kubenci disetiap pertemuan kita,
adalah...

ketika malam semakin larut dan kita harus beranjak untuk pulang... ke rumah masing-masing.

Jumat, 11 Februari 2011

Memahami Homoseksual

Di sini saya menulis sesuai pemikiranku dan perasaanku, sesuai hati nurani ku. Bila tidak berkenan, silahkan berhenti membacanya!!!

Sebagai orang yang “heteroseksual”, aku mencoba memahami mereka-mereka yang tidak biasa, tidak normal menurut norma, budaya, bahkan agama yang ada. Ya, yang saya maksud adalah mereka-mereka yang memiliki kecenderungan seks sesama jenis atau yang kita kenal dengan “homoseksual”.

Mula-mula homoseksual dipandang sebagai suatu penyakit yang harus diobati tetapi, dengan seiring waktu yang berjalan, homoseksual lebih diselidiki sebagai suatu proyek untuk memahami ilmu hayat, ilmu jiwa, politik, genetika, sejarah, dan variasi budaya dari identitas dan praktek seksual.

Mengapa Mereka Bisa Berbeda?
Setiap individu (manusia) itu sendiri mempunyai potensi untuk menjadi seorang homoseksual. Meskipun kecenderungan ini memiliki tingkatan-tingkatan yang berbeda. Pada kebanyakan orang, kecenderungan ini sangat kecil, sehingga tidak dirasakan keberadaannya. Tetapi pabila kecenderungan itu bisa mengakibatkan seseorang mengagumi kemudian tertarik dan terangsang terhadap sesama jenis, maka orang tersebut dapat dikatakan sebagai homoseksual.

Sesuai data-data yang saya dapat, ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang homoseksual yaitu:
1. Susunan Kromosom
Susunan kromosom pada homoseksual memiliki perbedaan dari susunan kromosom pada heteroseksual. Pada seorang perempuan, akan mendapatkan satu kromosom x dari ibu dan satu kromosom x dari ayah. Sedangkan pada pria, mendapatkan satu kromosom x dari ibu dan satu kromosom y dari ayah. Kromosom y adalah penentu kecenderungan seks pria.

Jika terdapat kromosom y pada seseorang, sebanyak apapun kromosom x-nya, dia tetap berkelamin pria. Hanya saja, pada mereka akan mengalami kelainan pada kelaminnya. Dan hal ini dapat terjadi pada 1 diantara 700 kelahiran bayi.

2. Hormon yang Terdapat Dalam Tubuh
Ada dua jenis hormon seksual yang diproduksi oleh kelenjar endokrin dan memberikan efek khusus terhadap organ tubuh lainnya, yaitu hormon estrogen dan hormon androgen. Kedua hormon ini dimiliki oleh laki-laki dan perempuan dalam jumlah yang berbeda.

Hormon Estrogen diproduksi lebih banyak oleh perempuan, hormon ini berfungsi merangsang pertumbuhan organ seksual perempuan, mengatur siklus menstruasi pada perempuan, menjaga elastisitas dan kelembaban dinding vagina. Hormon Estrogen yang dimiliki laki-laki diproduksi dalam jumlah yang sangat kecil dibandingkan perempuan tetapi, ada kasus-kasus khusus dimana hormon ini diproduksi dengan jumlah yang lebih besar. Hal ini mengakibatkan perubahan secara fisik pada laki-laki, seperti pembesaran payudara dan kekurangan rambut pada bagian tertentu. Dan apabila hormon ini diproduksi lebih banyak lagi oleh organ seksual laki-laki, akan mempengaruhi kemampua ereksinya.

Hormon Androgen yang diproduksi lebih banyak oleh laki-laki berfungsi memicu pertumbuhan testis pada janin, membantu pertumbuhan rambut pada bagian tertentu tubuh, memperdalam suara dan menumbuhkan otot. Secara umum, laki-laki memproduksi rata-rata 6-8 mg per hari dan perempuan memproduksi rata-rata 0,5 mg per hari. Jika hormon ini diproduksi lebih banyak pada perempuan, maka akan membawa dampak fisik seperti pertumbuhan rambut pada bagian tertentu tubuh, misalnya rambut pada kaki dan tangan dalam jumlah yang lebih besar, pertumbuhan kumis tipis, dan memperdalam suara. Dan pabila diproduksi dalam jumlah yang besar pada perempuan maka akan mempengaruhi hasrat seksual perempuan.

3. Struktur Otak
Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) journal, mempublikasikan hasil riset ilmuan Swedia dari Karolinska Institute, institut Nobel, yang memaparkan bahwa menjadi seorang gay atau lesbian sangat dipengaruhi oleh faktor biologis. Otak seorang laki-laki gay dan perempuan heteroseksual memiliki ukuran yang hampir sama, sedangkan perempuan lesbian dan laki-laki heteroseksual memiliki ukuran otak bagian kanan yang lebih besar.

Dengan memindai 90 orang heteroseksual dan homoseksual, diperoleh data bahwa amygdala, bagian otak yang mengatur emosi (termasuk respon hormonal) seseorang berbeda-beda. Seorang laki-laki gay memiliki amygdala yang mirip dengan perempuan heteroseksual dan perempuan lesbian memiliki amygdala yang mirip dengan laki-laki heteroseksual.

4. Faktor-faktor lainnya
Faktor-faktor ini berhubungan langsung dengan masyarakat dan budaya yang berada di tempat tinggal seorang homoseksual. Hubungan orang tua dan anak, peran gender dalam masyarakat, kekerasan seksual (sexual abuse), norma dan  kefanatikan agama dapat membuat seseorang, bila dapat saya katakan, berontak dari keadaan yang ada.

Salahkah mereka jika berbeda dengan kita?
Salahkah? Dari data diatas yang saya paparkan, salahkah mereka? Salahkah mereka bila dari empat faktor yang menyebabkan mereka homoseksual, tiga diantaranya berhubungan langsung dengan biologis?
Bisakah mereka mengubah kromosom, hormon, dan struktur otak yang terdapat pada diri mereka?
Bisakah mereka?!!

Lalu dasar atas apa kita memandang mereka sebagai pendosa yang eksistensinya harus dihilangkan dari muka bumi ini?! Bukankah mereka juga manusia yang memiliki hak untuk hidup dan mengakui identitas seksualnya.

Dan bila memang mereka seorang pendosa, siapakah kita yang menghukumi, membunuh, dan menganiyaya mereka?!! Tuhankah kita? Tuhankah anda?

*Gambar diambil disini  

Note Book dari Oma Anna

Waktu berkunjung dari blog ke blog, tiba-tiba nemu sebuah blog yang menjual barang-barang handmade namanya Oma Anna. Dan tertariklah saya pada sebuah note book yang unyu banget :p. Saya memang suka banget mengumpulkan note book yang lucu-lucu.

 Ini dia note book yang saya beli :)


Datangnya dengan bungkusan yang cantik :) Awalnya pas lihat sekilas, kirain dibungkus dengan kertas kado yang cantik, ternyata dari kertas majalah bekas loh!



Mengunjungi Kelenteng

Aku orang yang sangat suka akan perayaan. Perayaan apapun itu. Apa lagi bila ada liburnya :p, saya sukaaaaa sekaliiii.... Saat itu tahun baru penanggalan Cina (Imlek), bersama keluarga dan dia, saya mengunjungi kelenteng yang terletak di jalan Sulawesi. Berikut foto-fotonya :D

 Ini Kelenteng yang terbesar di jalan Sulawesi.


 Bersama kakak dan kedua sepupuku :)


 Lilin-lilin raksasa yang diletakkan di depan kelenteng


 Huaawa... saya manis ya :p *dilempar piring*


 Diisinin pegang lidi-lidinya. 


Hihihihi... Tolong bukakan saya pintu :p

Minggu, 06 Februari 2011

4 Kata kunci

Aku benci kursi disudut sana.
Berdiri sendiri. Berteman spidol yang bisu.

Aku senang melihatnya.
Saat api membakarnya dengan korek ayah.
Aku senang melihatnya.
Meritih dengan air mata ibu.

Puisi yang Tak Bersuara

Sebuah goresan tanpa makna.
Tanpa isi.
Tanpa suara.
Dingin. Kosong.

Sabtu, 05 Februari 2011

Kabut

Dan disinilah saya, dalam kabut yg semakin memekat, menunggu dan menunggu.

Siapa?

Siapa dia? Wanita yang muncul dalam kabut.
Kabut tipis...
Di hari itu, ditempat yang sama.

Menunggu...
Aku terus menunggu. Dalam kabutmu.

_Malino, 5 Februari 2011 1.15pm

Share It