Kamis, 29 September 2011

Terus Berjalan

Aku sadar, aku merindukannya.
Mengapa?
Ada yang tidak terselesaikan. Dan itu membuatku gelisah, terkadang merasa bersalah.
Lalu pengetahuan itu menghantamku! “Penyesalan.”
Aku mulai menyesali hal-hal yang kuabaikan dengan kepala batuku, aku menyesali kesempatan yang kuhancurkan!
Tapi aku juga mengetahui; tidak ada jalan kembali. Aku telah melangkah terlalu jauh.
Aku harus terus...

Selasa, 27 September 2011

Sekotak Roald Dahl dan Quentine Blake

Telah lama saya mengidam-idamkan memiliki “kotak” lengkap karya-karya Roald Dahl ini. Selain karena mengagumi tulisan Roald Dahl, saya juga mencintai ilustrasi-ilustrasi buatan Quentin Blake yang memang dipercaya oleh pak Dahl menghiasi buku-buku karangannya. Tapi berhubung harganya lumayan banget mahalnya untuk kantong pengangguran seperti saya, berbulan-bulan saya hanya dapat memandang dan mengelus-elusnya setiap bertandang ke toko buku (oke, ini lebay). Beruntunglah ketika bulan puasa yang lalu saya mendapat uang yang lumayan berlebih.  Tanpa menunggu-nunggu lagi, saya memboyong “kotak” ini ke rumahku.




 Gambar-gambar yang ada di kotaknya.

Dari 14 buku yang ada, ada 5 buku yang paling ku faforitkan yakni; Matilda, Fantastic Mr Fox, Danny the Champion of the World, Charlie and the Chocolate Factory, dan The Giraffe and the Pelly and Me. 5 buku ini rencananya akan kubahas lagi satu persatu beserta tampilan ilustrasi-ilustrasi di dalamnya.

 Ke 5 buku yang menjadi favoritku.

9 buku lainnya adalah: Esio Trot, The Twits, Charlie and the Great Glass Elevator, The Magic Finger, The BFG, The Witches, James and the Giant Peach, The Enormous Crocodile, dan Boy Tales of Childhood.

Rencananya buku ini akan kurawat baik-baik dan suatu saat jika aku memilki anak, akan kubacakan ia tiap malam buku-buku ini. Dan jika ia telah bisa membaca, akan kuwariskan buku ini kepadanya.

Foto-foto Idul Fitri

Meskipun rasanya sudah telat banget postingan ini, tapi saya tetap saja pengen narsis-narsian di blog ini....

Mentari terbit menjelang Solat Ied di Lapangan Karebosi




Solat! :D Yang foto ini, sepupuku yang kebetulan berhalangan untuk solat tapi gak mau kalah eksis tetap ikut.




Sambil mendengarkan ceramah setelah solat, foto-foto dulu!

Berjalan pulang menuju mobil. Di depan gedung pengadilan? Lupa :p


Bersama kedua sepupuku di depan rumah. Entah mengapa serasa iklan teh gelas ._.



Keluarga besar \(^_^)/
Teh gelasnya tetap eksis :p
Saat siarah dirumah keluarga lainnya, masih bersama kakak dan kedua sepupuku.


Kamis, 22 September 2011

Pondok Kelabu




*Digambar dengan pensil

Prelude Rintik Hujan

Setiap senja, saat matahari mulai memerahkan langit dan perlahan tenggelam dibibir cakrawala, aku selalu mendengar sayup-sayup lantunan melodi diantara hembusan angin dan deburan ombak. Awalnya aku tak percaya dengan pendengaranku, kupikir, ini hanyalah hayalanku yang memang sedari tadi sudah berkelana ke negeri antah berantah. Hal ini membuatku penasaran dan bertanya-tanya. Dari mana asal suara ini? Dentingan pianokah ini? Jika ia, siapa yang memainkannya? Apa nama melodi ini? Siapa penggubahnya? Dan mengapa hanya terdengar ketika senja?

Kuakui hal ini sangat mengusikku. Setiap senja aku menyempatkan diriku ke pantai, mendengarkan dan berusaha mencari asal lantunan melodi itu. Melodi yang indah dan sedikit membuat pilu. Keindahan yang kelam. Begitu indah menikmatinya seorang diri sambil memandangi mentari yang kembali keperaduannya. Melodi itu menyatu dengan debur ombak dan merasuki hati, mengisinya sampai  sesak dan ingin meledak.

Hari demi hari pun berlalu, sepulang bekerja, seorang diri berteman sepi, aku melakukan rutinitas hiburanku ini. Duduk disebuah batu yang menghadap pantai, menikmati kesendirian. Aku tak pernah mengetahui dari mana asal melodi itu dan juga pertanyaan-pertanyaan lain seputar melodi tersebut. Dan lama kelamaan aku tak pernah lagi berusaha mencari jawaban atas semuanya. Rasa penasaran tetap ada, hanya kemauan untuk mencari yang telah lenyap. Kuanggap saja itu suara denting piano yang terbawa oleh angin dari berjuta-juta masa yang lalu. Sedikit meromantisasi suasana. Rasanya seperti ada seseorang diluar sana, entah siapa ia, pengagum rahasiaku yang mempersembahkan melodi itu setiap senja hanya untukku. Menemani kesepian dan kesendirianku. Dan pada angin yang berhembus serta ombak yang memukul-mukul pantai, kucurahkan segala keluh dan kesahku…

…..

Enam tahun yang lalu, aku menyadari diriku hamil dengan seorang lelaki yang bahkan baru kukenal. Sebuah kecerobohan yang berakhir bencana. Kami terpaksa menikah. Pernikahan yang canggung, ketika dua orang yang tak terlalu saling mengenal harus hidup bersama dan segera akan menjadi ibu dan ayah. Kami berusaha menjalaninya. Harus!

Sembilan bulan kemudian, putraku lahir.  Hanya sejam ia bernafas di dunia ini, kami pun memakamkannya. Pernikahan ini, yang memang tidak didirikan dengan fondasi yang kuat, hancur. Kami bercerai dan kembali kekehidupan masing-masing. Aku melanjutkan kuliah dan mengejar mimpiku. Berusaha melupakan kepahitan ini.

…..
Dan disinilah aku sekarang.  Diusia 27 tahun, berbisik pada angin dan ombak sambil menikmati melodi misterius setiap senja…Terlalu takut memulai sebuah hubungan. Tidak mengerti dan belum mengerti dengan semua yang terjadi dalam hidupku… Dan masih selalu dihantui masa lalu.

…..
Kemudian kusadari, perlahan-lahan aku mulai berdamai dengan masa lalu ku. Aku memberikan kesempatan pada diriku sendiri untuk berteman, tertawa, dan berbahagia. Aku pun memulai sebuah hubungan dengan seorang lelaki. Rutinitasku setiap senja tak pernah kulewatkan, hal itu membuatku kuat dan berani untuk melangkah kedepan. Aneh memang, seuntai melodi mampu menyemangati ku…

Tiba-tiba melodi itu berhenti berdenting. Entah mengapa, tak lagi kudengar ia setiap senja. Aku bersedih atas kehilangan ini, rasanya seorang teman meninggalkanku. Tapi kekuatan yang telah ia berikan kepadaku berbulan-bulan lalu tetap kurasakan. Aku bersyukur atasnya, pada siapapun itu yang memainkannya atau apapun ia yang menimbulkan dentingan melodi tersebut. Terimakasih atas kekuatan yang engkau alirkan kepadaku…

…..
“Sesosok mayat perempuan ditemukan disebuah mercusuar tua yang tidak terpakai lagi. Diduga Ia meninggal  akibat penyakit jantung yang ia derita. Warga sekitar mengatakan perempuan itu memang tinggal seorang diri di mercusuar tersebut. Saat ini mayatnya dibawah ke rumah sakit untuk diotopsi. Pembantu rumah tangga yang mendapati mayat tersebut mengatakan majikannya meninggal saat memainkan piano. Sebuah surat ditemukan disamping sang mayat yang baru saja diketahui berisi wasiat perempuan tersebut.”

“Kumainkan prelude rintik hujan ini untuk suamiku tercinta. Yang sangat mengagumi karya-karya Chopin terutama 24 prelude. Setiap senja saat ia masih hidup, sebelum laut menelannya, ia akan memainkan Prelude Rintik Hujan untuk ku. Sekarang aku yang memainkan untuknya. Jika nanti nafas terakhir meninggalkanku, aku ingin mayat ku dikremasi dan abu ku ditebar dilaut ini. Agar kami menyatu. Dalam debur ombak dan rintik hujan sebelum badai di senja saat itu.”

_Makassar 20 Juli 2011

*ilustrasi diambil disini



Award lagi dan lagi

Sebenarnya award ini dah diberikan oleh Hartina sebulan yang lalu ._. Tapi baru sekarang bisa dipamerinnya. Ini kedua kalinya Hartina memberikan ku award :D Makasih ya sayang dan maaf awardnya tidak ku lanjutkan.


Kamis, 08 September 2011

Heiii, Buku & Ilustrasi

Apa kabar semuanya? Maaf baru bisa posting saat ini. Beberapa cerita dan gambar telah terselesaikan dan siap untuk di posting, hanya tinggal merampungkan niat saja... Hahaha...

Kali ini saya ingin bercerita tentang sebuah buku anak-anak favorit ku lagi. Buku ini sangat sering kubaca berulang-ulang kali, sehingga telah sangat lusuh dibeberapa bagian. Seperti buku cerita anak-anak pada umumnya, kisah ini sangat sederhana tetapi memilki pesan moral yang dalam. Yah... inilah buku tersebut...

De Brief Voor de Koning (Surat Untuk Raja)
Tonke Dragt


Berhubung blog lain telah banyak mengulas tentang sinopsis buku ini, saya hanya ingin menampilkan ilustrasi-ilustrasi yang ada di dalam buku ini. Ilustrasi ini pun dibuat oleh Tonke Dragt sendiri... Dan saya sangat menyukai ilustrasi tersebut. Sedang mencoba menggambarnya, tapi sampai sekarang belum ada yang berhasil.










Share It