Kamis, 29 Desember 2011

Jika Aku Menjadi Anggota DPD RI


“Kekuasaan adalah racun yang lebih mematikan. Siapapun yang pernah mengecap tampuk kekuasaan tidak akan bisa menghindar dari menciptakan sengketa atau membiarkan dirinya hanyut didalamnya.”
_The Heike Story, Eiji Yoshikawa



Sebenarnya saya adalah orang yang sama sekali tidak memiliki minat untuk berkarir di bidang politik. Menjadi anggota DPD itu godaan kearah negatifnya sangat besar menurutku, saya takut terjerumus pada kebusukan itu. Tapi kuakui setiap manusia memang berpotensi untuk menjadi jahat maupun baik, tinggal kita yang memilih ingin seperti apa.

Saya ingin menjadi anggota DPD yang independent, tidak terikat pada partai politik manapun. Sehingga nantinya dalam setiap tindakan saya, kulakukan dengan sepenuh hati, bukan karena perintah partai. Dan semoga, dengan hal itu, saya akan betul-betul mewakili rakyat, bukan ParPol seperti yang selama ini saya lihat pada tingkah pola anggota DPD dan DPR. Tapi masalahnya bisakah seorang anggota DPD bukan dari perwakilan partai? Jika tidak bisa, mari kita usulkan untuk menjadi bisa!

Kemudian saat saya telah menjadi anggota DPD, saya akan membuat “kotak aspirasi dan keluhan”, masyarakat di daerah saya dipersilahkan untuk mengirimkan aspirasi mereka ataupun keluhan mereka melalui surat, twitter, facebook, ataupun email. Dan tentu saja aspirasi dan keluhan mereka akan rutin dibaca dan ditindaklanjuti.

Lalu saya sangat ingin memberantas kemiskinan di daerah saya. Meningkatnya anak-anak jalanan dan peminta-minta sudah cukup membuktikan peningkatan kemiskinan itu. Jika dibiarkan, kemiskinan akan melahirkan kemiskinan yang lebih besar lagi. Maka dari itu saya akan mengusulkan (dan berusaha mewujudkannya) berbagai tindakan untuk memberantas kemiskinan tersebut.

1.    Membebaskan biaya pendidikan sampai tingkat SMA dan berusaha mengumpulkan donatur untuk siswa-siswi yang berprestasi tetapi kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan ke universitas. Tidak bisa dipungkiri, pendidikan adalah jalan menuju kehidupan yang lebih baik.

2.    Melaksanakan kembali program transmigrasi. Banyak daerah kita yang terbilang masih kosong yang memiliki tanah yang teramat subur. Mengapa kita tidak mengirim penduduk perkotaan untuk mengolahnya?!! Selain mereka bisa hidup makmur dengan hasil bumi, hal ini juga bisa mengurangi kepadatan penduduk di suatu tempat. Entah hal ini apakah termasuk kewenangan saya apa tidak. Tapi tak ada salahnya mencoba, jika memang bukan kewenangan saya, saya bisa memberikan usul ini kepada yang berwenang.

3.    Memberdayakan perempuan! Banyak perempuan yang berakhir hanya sebagai ibu rumah tangga saja. Meskipun itu buka suatu hal yang buruk, tapi ketika keluarga terhimpit masalah ekonomi, saya ingin perempuan-perempuan ini bisa bangkit menyelesaikannya. Saya ingin mereka bisa berwirausaha, entah dengan meminjamkan modal pada mereka atau memberi pelatihan menjahit dan berkreasi. Saya ingin perempuan-perempuan ini bisa membantu ekonomi keluarga tanpa menelantarkan kebutuhan anak-anaknya.

4.    Membuka lapangan pekerjaan baru sehingga banyak tenaga kerja yang bisa terserap masuk.

Yahhh… Saya rasa itulah yang pertama kali akan saya lakukan jika menjadi anggota DPD. Tentu saja masih banyak yang perlu dilakukan, tetapi sebagai permulaan cukuplah melaksanakan dengan sebaik-baiknya hal tersebut. Semoga saja saya tidak akan terbawa arus kemunafikan, berkedok kepentingan rakyat tetapi hanya untuk kepentingan anggota atau diri sendiri. Yiah… Pasti sangat sulit melawan arus. Tapi saya akan mencoba, jika ternyata saya tetap tidak bisa melawan arus itu, saya akan mundur.

Rabu, 28 Desember 2011

Memandang Cermin Tarsah

“Orang yang paling bahagia di dunia bisa menggunakan Cermin Tarsah seperti cermin biasa, yaitu, kalau dia memandang cermin itu dia hanya melihat dirinya seperti apa adanya.”
_Albus Dumbledore

Harry memandang ke cermin yang mendominasi isi ruangan itu. Terkejut, ia melihat gerombolan orang mengelilinginya. Apakah ruangan ini dipenuhi orang-orang yang tidak kelihatan? Sedetik kemudian ia baru sadar, ia memandang keluarganya. Keluarga yang tidak pernah ia lihat sebelumnya.
Cermin Tarsah adalah cermin gaib yang mampu menunjukkan kepada kita, hasrat kita yang paling mendalam. Meskipun begitu, cermin ini tidak memberikan pengetahuan ataupun kebenaran. Sudah banyak orang yang tersia-sia di depan cermin itu, terpesona oleh apa yang mereka lihat, atau jadi gila karenanya, karena tidak tahu apakah yang diperlihatkan cermin itu riil atau bahkan mungkin. Lalu apa yang akan kita lihat jika memandang cermin itu?

Jika dahulu pertanyaan itu dilayangkan kepada saya, saya yakin saya akan melihat kurang lebih sama dengan Harry. Jika saya memandang ke cermin tarsah tersebut, saya akan melihat saya bersama kedua orangtua saya. Tapi itu dulu, kurasa...

Sekarang kupikir aku telah dapat menggunakan cermin itu seperti cermin biasa. Aku sekarang hidup bahagia. Melewati hari demi hari dengan hal-hal yang kusenangi, aku menikmati hidup ini. Aku juga dikelilingi orang yang kucintai. Lalu apa lagi yang dapat dikeluhkan? Ya terkadang memang aku masih merindukan orangtuaku. Tapi rindu itu dibarengi dengan pengertian, pemahaman, keikhlasan, dan kebahagiaan. Aku mengerti ini memang sudah jalan-Nya, aku paham orangtuaku akan selalu mencintaiku dimanapun mereka berada, aku ikhlas Sang Kekasih mengambil kembali mereka, dan aku bahagia karena mereka berada di tempat terindah di sisi Sang Kekasih...

Senin, 26 Desember 2011

Cinta itu Suci

“Bergantunglah pada orang yang kau cintai dan abaikan fitnah,
Sebab mereka yang iri tak pernah memberikan cinta.
Dua kekasih diatas satu tempat tidur, tidak ada pemandangan yang lebih indah.
Yang diciptakan Tuhan Yang Maha Pengasih dari atas sana.
Dada bertemu dada dalam pelukan satu sama lainnya,
Mereka terbaring dalam kebahagiaan, terbungkus dalam kegembiraan mereka sendiri.
Sebab jika dua hati menyatu dalam pelukan cinta,
Dunia dan segala ocehannya tampak usang.
Karena itu, jika kau pernah menemukan cinta sejati,
Wahai kejadian yang langka, hendaklah jangan kau lepaskan,
Dan engkau yang mencaci sepasang kekasih karena cinta mereka,
Mengapa bukannya mendandani hati yang jahat?”
_Kisah Seribu Satu Malam, diterjemahkan oleh Husain Haddawy

Yeah cinta itu suci, hal tersuci di dunia ini. Saya sepakat. Saya bahkan pernah mendengar, ibadah yang paling tinggi tingkatannya adalah mencintai dan bercinta...
Ketika kita bercinta, kita menyatu kemudian melebur dalam ketiadaan. Ah Sang Kekasih, aku mencintaimu. Terimalah cintaku, biarkan aku terbakar habis oleh cinta ini.

Rabu, 21 Desember 2011

Teruslah Berjalan

“Teruslah berjalan meskipun orang mengatakan itu sia-sia atau kau tak berhak. Teruslah berjalan meskipun kau tak bisa melihat jalannya lagi, meskipun kabut menyelimutimu dan kau menemukan dirimu berjalan dibibir jurang. Dengan terus berjalan, cepat atau lambat kau akan sadar kehidupan adalah perjalanan yang harus ditempuh, bukanlah kepompong tempat kau hanya bisa meregangkan kakimu.”
_Rispondimi, Susanna Tamaro

Selasa, 20 Desember 2011

Nightmare

Mimpi itu masih terus terbayang...
Tanganku yang hangat berlumuran darah, isakan tangis dan air mata yang asin. Masih terus teringat. Juga wajahnya yang pucat dan berusaha tersenyum, “Tidak apa-apa” katanya. Juga masih tercium bau rumah sakit saat dia didorong masuk ke kamar operasi. Aku takut.

Ingin ku abaikan mimpi ini, tapi tetap saja teringat dan menimbulkan perasaan takut...
Ahh kita harus bertemu, segera! Meyakinkan ku bahwa kau baik-baik saja. Percakapan di telpon tadi hanya sedikit membantu, aku masih takut. Dan yah, anda tak boleh memberi tumpangan kepada orang yang tidak dikenal! Sama sekali tidak boleh!

Orang bilang mimpi itu hanya bunga tidur... Aku tahu! Hanya saja mimpi tadi teramat nyata, aku bahkan menangis dalam tidurku itu dan isakan ku sendiri yang membangunkan ku. Sejujurnya aku sangat takut...

Senin, 19 Desember 2011

Kartu-kartu

Dari kecil saya hobby banget menggunting-gunting, apapun saya gunting, yang sering jadi korban si kertas bekas atau malah buku cerita saya. Gambarnya saya gunting dan dijadikan bongkar pasang -____-" (Tau bongkar pasangkan? Ituloh Paper Doll). Sekarang melihat kondisi buku-bukuku sewaktu kecil, hanya tertinggal penyesalan T_T.

Tapi sampai sekarang hobby menggunting itu tidak pernah lenyap. Berhubung sudah besar dan tahu mana yang bisa digunting dan mana yang tidak, saya gak perlu merasa was-was lagi jika keinginan menggunting ini menguasai. Beberapa hari yang lalu, tiba-tiba ingin menggunting lagi. Melihat tumpukan koran bekas dan karton warna warniku, tercetuslah ide membuat kartu ucapan. Dan tadaaaa... inilah mereka...






Bagaimana menurut kalian kartu ucapan ku???

Memotret Serangga

Beberapa serangga diciptakan Sang Kekasih dengan begitu indahnya. Aku senang memotret mereka, mengabadikan keindahannya dalam selembar foto. Ini beberapa foto serangga yang kuambil sewaktu di kebun Pai.

Kepik Kuning? Biasanya saya melihat yang berwarna merah dan bertotol-totol hitam, itupun di buku cerita.


 
Saya tak tahu ini serangga apa. Saya suka melihat warnanya yang orens terang, setelah saya memotretnya, nyawanya dihabisi oleh ibu mertua, ternyata serangga ini salah satu perusak/pelubang buah naga.



Dan tetnyata saya bertemu dengan serangga ini lagi di tanaman buah naga yang lain.

Nb: Foto dan editing oleh saya kecuali foto yang paling terakhir, editnya bersama Pai.
Menggunakan Kamera Poket Sonyku.


Senin, 12 Desember 2011

Sebuah Mimpi lagi Tentang Kita

Ini satu lagi mimpiku tentang kita, tak muluk sayang, sederhana saja.
Suatu hari nanti aku ingin memeluk bayi mungil, anak ku, anak kita. Anak yang terlahir dengan cinta orangtuanya. Anak yang akan dilimpahi kasih sayang dan diajarkan tentang kasih sayang.
Tak masalah ia lelaki ataupun perempuan, dia tetap anugrah terindah, hadiah termewah untuk ku. Mungkin inilah mimpi setiap perempuan didunia. Apakah laki-laki juga selalu memimpikan memiliki seorang anak?
Yeah... Itu mungkin cuma kamu dan lelaki yang lainnya yang bisa menjawabnya.

Membayangkan memeluk anak kita, mendengarkan tangis pertamanya, dan merasakan ia menyusui di payudaraku, membuatku ingin bersegera memilikinya. Tanpa memandang norma yang ada. Beranikah kau sayang? Bahkan sayapun tak berani. Mungkin lain halnya jika kita tinggal di negara barat sana.
Ahh sayang...
Mungkin saat mengandungnya selama sembilan bulan, aku menjadi sangat rewel. Haha bahkan tidak mengandung pun, aku perempuan yang rewel. Tidak terbayangkan nantinya. Maukah kau sabar menghadapinya? Mampukah kau?
Mungkin saat melahirkannya, aku harus merasakan sakit dan air mata. Tak apa, aku mampu menghadapinya dan menanggung segala resikonya.

Ahh sayang...
Inilah mimpi ku. Sederhana bukan? Ya, aku memang bukan manusia yang memiliki mimpi-mimpi hebat yang bisa merubah dunia. Mimpiku selalu bersifat personal. Tapi aku mengamini perkataan Eleanor Roosevelt, “Masa depan milik mereka yang percaya pada keindahan impian mereka.” Tak perduli sebiasa apapun impian itu, kita telah menggenggam masa depan. Dan setidaknya aku tahu apa yang kuinginkan.

Hey sayang...
Berapa banyak anak yang kau inginkan nantinya?
Sebanyak apapun yang kau inginkan, aku hanya mau melahirkan dua anak. Selebihnya, jika kita berkecukupan, aku ingin mengangkat anak. Aku ingin membagi cinta kita kepada anak-anak yang hidup tanpa cinta. Aku ingin rumah kita ramai dengan tawa anak kecil.

Ini mimpi ku sayang, apa mimpimu tentang kita?

*Ilustrasi diambil di sini 
Nb: Tulisan ini dibuat untuk menjawab tantangan admin @blogfam :)

Selasa, 06 Desember 2011

(Lagi!) Berkunjung Ke Kebun Mertua

Dua minggu yang lalu, bertepatan dengan panen rambutan, saya diajak Pai mengunjungi kebunnya yang di Bili-bili lagi. Bedanya yang dulu, saat itu buah naga yang siap panen, sedangkan sekarang buah merah berbulu yang cantik yang akan dipanen (baca: rambutan) \(^-^)/
Nah isinkan saya bercerita melalui gambar saja ya...





Rumah mertua...

Pemandangan kebun dari atas rumah






Saya puas memetik rambutan ini

Selamat Ulang Tahun Untuk Mu

Aku ingat, tahun 2007 adalah saat pertama kali saya bergabung di Blogfam. Saat itu saya yang baru saja menekuni dunia perblog-an mendapat banyak pengetahuan tentang blog dari Blogfam tersebut. Mulai cara edit postingan hingga memperindah blog. Senang bertanya macam-macam disana, selain membernya ramah-ramah (termasuk saya ya), jawabannya juga sangat membantu meskipun terkadang sedikit gila .____. Karena Blogfam jugalah, blog saya memiliki pengunjung dan saya bisa mengunjungi blog-blog keren lainnya. Blogfam bikin saya eksis deh :p

Ohhh ya, saya mengetahui tentang Blogfam dari sebuah novel yang saya baca saat itu, sayangnya judul novel dan pengarangnya telah saya lupa.  Yang pasti, si pengarang adalah salah satu member atau malah moderator di Blogfam. Dikatakan di biografinya, ia aktif di situs Blogfam tersebut. Hmmm… Siapakah pengarang yang telah berjasa itu? Yang memperkenalkan saya pada sebuah keluarga virtual? Saya ingin memeluknya dan menjadikannya saudara ;D (Soalnya dia perempuan, kalau lelaki ta’ jadiin suami deh #abaikan)

Dan semakin berjalannya waktu, saya merasa Blogfam malah mentok. Isinya itu-itu saja dan mulai banyak yang jarang mampir kesana, termasuk saya si. Palingan saya cuma mampir sebentar, liat-liat, say hii dengan yang baru bergabung dan logout lagi. Rindu deh dengan kebersamaan yang pernah ada. Rindu mengejek postingan ngaco di Taman Para Jomblo, rindu mencuri resep masakan di Info Kuliner, rindu membaca tips di Cantik, Modis, dan Trendy, rindu membahas buku, film, musik dll di Minat dan Hobi. Ahhh… Rindu semuanya deh!!! Terutama rindu menggelar lapak di Blogfam ;p Masa selama empat tahun bergabung saya terus-terusan jualan mie ayam si .___. Hehehe… Salah saya sendiri ya V^^. Baiklah, hari ini, bertepatan dengan ulang tahun Blogfam yang kedelapan, saya berjanji akan kembali aktif jualan disana, gak mau tau, harus bisa sampai jualan berlian!!!

SELAMAT ULANG TAHUN YANG KE-8 BLOGFAM!!!

KEBERSAMAAN DAN KEKELUARGAAN INI JANGANLAH CEPAT BERLALU… #Nyanyi

Untuk kedepannya, saya harap Blogfam bisa seperti dulu lagi, lebih bagus kalau semakin heboh lagi. Sering-seringlah berbagi hadiah, dijamin saya selalu muncul! V^^ Gratisan gitu loh ;P Lalu sekali-kali adakan acara di Makassar dong, kan saya juga mau kenalan dan bertatap muka dengan para moderator yang tercinta dan tersayang *jurus merayu* *kali aja dapat ipod* Hehehe…

Oke, serius, dulu banyak anggota Blogfam yang ternyata tidak punya blog atau tidak menyertakan link blognya, itu diusut dong atau diperbaiki cara mendaftarnya. Kan Blogfam ini rumah para blogger, kalau blognya tidak ada dan bisa mendaftar gitu aja, sama aja dengan situs pertemanan! Eh tunggu, itukan dulu saat saya masih sering main ke Blogfam, sekarang sudah diperbaiki min?

Terus Blogfam adain lagi proyek menulis dan pelatihan kepenulisan dong. Juga sebarkan semangat ngeblog ke sekolah dan kampus. Tapi yang terpenting, kekeluargaan ini jangan pernah berakhir ya :* #BIGHUG #KECUP-KECUP
Dan para blogger yang belum bergabung di Blogfam, mari bergabung!!! Gak mau dikatai ndesoo kan???



Terimakasih Mbak Dini

Saya tipe manusia yang selalu senang jika mendapat hadiah (Siapa si yang tidak?), kali ini saya mendapat buku dari mbak Dini CapungMungil :) Buku "Flanel for Make Over" karangan mbak Dini sendiri. Saat itu blognya, Capung Mungil berulang tahun dan saya orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun \(^-^)/



Buku ini mengalami perjalanan yang panjang hingga sampai ketangan saya .__. Sebuah perusahaan jasa pengiriman yang aduhai tolol atau malasnya entah mengapa tidak mendapatkan rumah saya sehingga buku ini yang sudah berada di Makassar dikembalikan lagi kepada mbak Dini. Dengan alasan alamat tidak jelas! Padahal kurang jelas apalagi alamat saya??? Dan no telpon yang tidak dapat dihubungi! Padahal saya jarang sekali mennonaktifkan HP dan mereka tidak pernah sekalipun menelpon. Akhirnya mbak Dini mengirim kembali buku ini menggunakan jasa pengiriman yang berbeda, dan hanya dalam dua hari buku ini sampai ketangan saya \(^_^)/
Terimakasih banyak mbak... #BIGHUG

Share It