Malam~ Desau angin membisikkan rindu.
Rindu yang turut terbawa angin dari tempat-tempat yang lalu. Dingin pun menggigilkan tubuh, menelusup hingga ke hati. Membekukannya.
Dia datang~
Memeluk dalam ketidaktahuannya.
Membanjiri hati dengan rasa sayang.
Hati yang sayangnya telah membeku. Telah mengeras serupa batu. Hitam, sehitam jelaga.
Dia melantunkan nada cinta~
yang memantul pada ruang-ruang hampa jiwa~
_Dini hari mendekati sahur, 31 Juli 2012
Selasa, 31 Juli 2012
Senin, 30 Juli 2012
Untukmu Lelaki Mentariku
Sebentar lagi tanggal 30 Juli akan tiba, hari kelahiran mu akan berlalu. Tidak seperti tahun-tahun yang lalu, dimana kita bersama merayakannya, kali ini aku hanya mengucapkan selamat lewat SMS. Dan tanpa kado~
Kali ini aku hanya mampu melantukan doa kepada Sang Kekasih, agar segala yang kau impikan, segala yang kau usahakan dapat tercapai dan membuahkan hasil. Aku berdoa untuh kesehatanmu, untuk kebahagianmu, dan untuk perlindungan dan kasih-Nya untukmu. Maaf kali ini hanya itu yang mampu kuberikan.
Pernahkah ku katakan bahwa aku bersyukur kau dilahirkan? Tidak? Ya, aku bersyukur kau dilahirkan lelaki ku. Lelaki mentariku. Aku bersyukur berjumpa denganmu dan merasakan cinta terhadapmu. Bagaimana denganmu?
Apapun itu, selamat ulang tahun ^^
Terimakasih telah menjadi lelaki mentariku, yang senantiasa menyinariku. Hanya saja, terkadang jangan terlalu kuat kau memancarkan panasmu, aku gerah~
Label:
Kisah Kita,
Surat
Sabtu, 28 Juli 2012
Trip Kota Tua: Museum Fatahillah
![]() |
| Ini lampu bikin mupeng |
![]() |
| Saya mencintai jendela-jendela yang besar ini |
Sekedar lanjutan dari postingan sebelumnya, saat ke Kota Tua, museum yang pertama kali saya masuki adalah Museum Fatahillah ini. Tiket masuknya terbilang murah, cuma Rp 2000. Sayangnya saat ke tempat ini, hari minggu, sangat ramai dan berisik, tidak ada ketenangan untuk menikmati sejarah di sana. Anak-anak kecil berlarian dan banyak berserakan sampah, belum lagi ada beberapa bagian museum yang bocor. Sangat disayangkan menurut saya... Saya jadi malas untuk melihat keterangan setiap benda yang ada di sana.
![]() |
| Halaman di dalam Museum Fatahillah |
![]() |
| Ada patung Hermes di halamannya, saya langsung mengenalinya dari Kadukeus yang ia pegang |
![]() | |
| Salah satu penjara bawah tanah di Museum Fatahillah |
![]() |
| Kapan ya saya punya lemari buku sebesar ini |
![]() |
| Ayunan bayi >.< |
![]() |
| Ini permainan loh, namanya lupa :p |
![]() |
| Rasanya peti ini mau saya angkut pulang ke Makassar |
![]() |
| Sebuah meriam, sangat disayangkan sesuatu yang seindah ini dipakai untuk menghancurkan |
Oh ia, selain dipadati oleh manusia, tempat ini juga sangat dipadati oleh mahkluk halus, jangan lupa memberi salam saat masuk ya... Sesaknya melebihi sesaknya Busway di pagi hari.
![]() |
| Partisi ruangan? |
![]() |
| Dari dekat. Well sepertinya ini Perseus, saya menandainya dari tameng Medusa yang ia pegang |
![]() |
| Ubii bersama Dewi Athena |
![]() |
| Saya bersama Athena |
![]() |
| Prasasti Kebun Kopi |
![]() |
| Prasasti Ciaruteun |
![]() |
| Saya tidak mengingat nama prasasti ini tapi kalo tidak salah telapak kakinya adalah telapak kaki Raja Mulawarman |
![]() |
| Prasasti Tugu |
![]() |
| Arca Ghanesa |
![]() |
| Arca Durga Kali |
![]() |
| Arca Wisnu |
![]() |
| Ini sama dengan prasasti yang ada telapak kakinya, hanya diambil dari jauh |
![]() |
| Narsis bersama Prasasti Padrao, sayang fotonya sedikit goyang |
Label:
Foto,
Jalan-jalan,
Sahabat,
Sejarah
Hari Ketujuh
“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh, Allah Maha Penyayang kepadamu.”
_An-Nisa ayat 29
“Sungguh, Allah tidak akan menzalimi seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan (sekecil zarrah), niscaya Allah akan melipatgandakannya dan memberikan pahala yang besar dari sisi-Nya.”
_An-Nisa ayat 40
“Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika dia (yang bertakwa) kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatan (kebaikannya). Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu kerena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka ketahuilah Allah Mahatelili terhadap segala apa yang kamu kerjakan. Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasulnya (Muhammad) dan kepada kitab (Al-Quran) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sungguh, orang itu telah tersesat sangat jauh.”
_An-Nisa ayat 135 & 136
_An-Nisa ayat 29
“Sungguh, Allah tidak akan menzalimi seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan (sekecil zarrah), niscaya Allah akan melipatgandakannya dan memberikan pahala yang besar dari sisi-Nya.”
_An-Nisa ayat 40
“Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika dia (yang bertakwa) kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatan (kebaikannya). Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu kerena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka ketahuilah Allah Mahatelili terhadap segala apa yang kamu kerjakan. Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasulnya (Muhammad) dan kepada kitab (Al-Quran) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sungguh, orang itu telah tersesat sangat jauh.”
_An-Nisa ayat 135 & 136
Label:
Kutipan,
Sang Kekasih dan aku
Hari Keenam
“Dan Muhammad hanyalah seorang Rasul; sebelumnya telah berlalu beberapa rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh, kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa berbalik ke belakang, maka ia tidak akan merugikan Allah sedikit pun. Allah akan memberi balasan kepada orang yang bersyukur.”
_Ali Imran ayat 144
_Ali Imran ayat 144
Label:
Kutipan,
Sang Kekasih dan aku
Hari Kelima
“(Ingatlah), ketika para malaikat berkata, ‘Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu tentang sebuah kalimat (firman) dari-Nya (yaitu seorang putra) namanya Al-Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat, dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah). Dan dia berbicara dengan manusia (sewaktu) dalam buaian dan ketika sudah dewasa, dan dia termasuk di antara orang-orang yang saleh.’
Dia (Maryam) berkata, ‘Ya Tuhanku, bagaimana mungkin aku akan mempunyai anak, padahal tidak ada seorang laki-laki pun yang menyentuhku?’ Dia (Allah) berfirman, ‘Demikianlah Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki. Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya, jadilah! Maka jadilah sesuatu itu.’ Dan Dia (Allah) mengajarkan kepadanya (Isa) Kitab, Hikmah, Taurat, dan Injil.”
_Ali Imran ayat 45-48
Dia (Maryam) berkata, ‘Ya Tuhanku, bagaimana mungkin aku akan mempunyai anak, padahal tidak ada seorang laki-laki pun yang menyentuhku?’ Dia (Allah) berfirman, ‘Demikianlah Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki. Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya, jadilah! Maka jadilah sesuatu itu.’ Dan Dia (Allah) mengajarkan kepadanya (Isa) Kitab, Hikmah, Taurat, dan Injil.”
_Ali Imran ayat 45-48
Label:
Kutipan,
Sang Kekasih dan aku
Jumat, 27 Juli 2012
Hari ke tiga dan ke empat
“Allah, tidak ada Tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, Yang terus menerus mengurus (mahkluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar.”
_Al-Baqarah ayat 255 (Ayat Kursi)
“Katakanlah (Muhammad), ‘Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapapun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapapun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Dan Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau berikan rezeki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan.’”
_Ali Imran ayat 26-27
_Al-Baqarah ayat 255 (Ayat Kursi)
“Katakanlah (Muhammad), ‘Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapapun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapapun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Dan Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau berikan rezeki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan.’”
_Ali Imran ayat 26-27
Label:
Kutipan,
Sang Kekasih dan aku
Senin, 23 Juli 2012
Hari Kedua
“Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu cobaan seperti yang dialami orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, ‘Kapankah datang pertolongan Allah?’ Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.”
_Al-Baqarah ayat 214
_Al-Baqarah ayat 214
Label:
Kutipan,
Sang Kekasih dan aku
Minggu, 22 Juli 2012
Hari Pertama
“Dan milik Allah timur dan barat. Kemana pun kamu menghadap di sanalah wajah Allah. Sungguh, Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.”
_Al-Baqarah ayat 115
_Al-Baqarah ayat 115
Label:
Kutipan,
Sang Kekasih dan aku
Mungkin Keluhan
Mereka terbaring dalam damai, berdua, dan tak terpisahkan. Tiada lagi kejahatan dunia yang dapat menyentuh mereka, tiada kedengkian manusia yang dapat menyakiti mereka lagi~
Dan aku di sini sendiri. Selalu merasa sendiri dan tertinggalkan. Ditinggalkan.
Aku iri. Perasaan iri yang sama sekali tiada masuk akal. Aku mengerti, dan paham mengapa ini harus terjadi. Tapi rasa iri ini tetap muncul dan perasaan ditinggalkan~ Seorang diri~
Aku benci tempat itu. Aku benci saat harus ke sana. Aku tidak bermaksud durhaka hanya saja tempat itu sangat jelek dan tidak memberikan privasi sedikitpun. Aku lebih menikmati mengunjungi mereka dalam angan~ Bercakap dalam hayalan~ Dan melirihkan rindu dalam gelap~
Aku selalu bersikap konyol saat ke sana. Menangis. Selalu menangis.
Bukan tidak merelakan hanya perasaan sedih, ditinggalkan, dan rindu menyatu hingga tak dapat terbendungkan lagi...
Aku tidak menyukai tempat itu...
Saat mengunjunginya luka lama selalu terbuka kembali~ Aku menangis~ Dan seperti orang bodoh menjadi tontonan warga diseputar tempat itu. Warga yang tidak memiliki empati sedikitpun untuk membiarkanku seorang diri. Datang bukan untuk menghibur tapi meminta~ Aku benci tempat itu!
_Makassar 19 Juli 2012
Dan aku di sini sendiri. Selalu merasa sendiri dan tertinggalkan. Ditinggalkan.
Aku iri. Perasaan iri yang sama sekali tiada masuk akal. Aku mengerti, dan paham mengapa ini harus terjadi. Tapi rasa iri ini tetap muncul dan perasaan ditinggalkan~ Seorang diri~
Aku benci tempat itu. Aku benci saat harus ke sana. Aku tidak bermaksud durhaka hanya saja tempat itu sangat jelek dan tidak memberikan privasi sedikitpun. Aku lebih menikmati mengunjungi mereka dalam angan~ Bercakap dalam hayalan~ Dan melirihkan rindu dalam gelap~
Aku selalu bersikap konyol saat ke sana. Menangis. Selalu menangis.
Bukan tidak merelakan hanya perasaan sedih, ditinggalkan, dan rindu menyatu hingga tak dapat terbendungkan lagi...
Aku tidak menyukai tempat itu...
Saat mengunjunginya luka lama selalu terbuka kembali~ Aku menangis~ Dan seperti orang bodoh menjadi tontonan warga diseputar tempat itu. Warga yang tidak memiliki empati sedikitpun untuk membiarkanku seorang diri. Datang bukan untuk menghibur tapi meminta~ Aku benci tempat itu!
_Makassar 19 Juli 2012
Label:
Curhatan
Jumat, 13 Juli 2012
Trip Kota Tua
Masih cerita saat di Jakarta, Mei yang lalu...
Lupa tanggal pastinya, minggu itu masih bersama anak HPF saya ke Kota Tua. Seperti sebelumnya janjian dengan kak Yuli di halte DepTan (kali ini gak pake acara nyasar). Ini kali pertama saya ke Kota Tua, sangat senang melihat bangunan tua yang sangat indah (saya pencinta sesuatu yang "tua") dan jajanan tradisional sepanjang kota tua yang mengisi penuh-penuh perut saya ^^
![]() |
| Museum Fatahilla |
![]() |
| Di Makassar ini disebut Es Lilin |
![]() |
| Yummy rasa durian |
![]() |
| Suka jendela hijau yang besar ini |
Kami menyempatkan diri masuk ke Museum Fatahilla, Museum Seni Rupa, dan Museum BI. Sayangnya tidak sempat memasuki Museum Bank Mandiri karena keburu tutup dan Museum Wayang karena gak ada yang tertarik ._.
![]() |
| Meseum Seni Rupa |
![]() |
| Seger loh pas panas gitu |
![]() |
| Pelukis potret sedang menggambar seseorang |
![]() |
| Sebenarnya mau di gambar tapi harus hemat |
![]() |
| Macam-macam juga jualannya |
![]() |
| Museum Wayang |
![]() | |
| Kak Yuli, Ubii, & Ayya |
Setelah itu kami ke Plaza Senayan lagi, makan dan..... Saya berkeras di foto di depan toko elektronik ini >.< Arghhhh... Jatuh cinta!!!
![]() |
| Sedikit labil tapi sukaaaaa!!!! CINTA!!! |
Label:
Budaya,
Foto,
Jalan-jalan,
Sahabat,
Sejarah
Langganan:
Entri (Atom)




























































