Minggu, 19 Agustus 2012

Lebaran, Ulang Tahun, dan Sedikit Renungan

Suara takbir telah lama menghilang, tertinggal hanya letupan petasan yang tiada juga lelah memekakkan telinga ini. Sebentara rumah masih ramai dengan canda tawa keluargaku sembari membersihkan rumah demi menyambut moment Idul Fitri.
Detik-detik menuju 19 Agustus terus melaju dengan ketepatan yang pasti. Sebentar lagi aku akan memasuki usia 22 tahun.

Ada perasaan syukur yang membuncah di dalam dada. Setahun lagi telah kulalui~
Setahun yang mungkin tidak menghasilkan apa-apa, tetapi menghadirkan kebahagiaan yang teramat besar. Setiap yang kuinginkan bisa terlaksana... Setiap yang kuharapkan dapat tercapai dan alhamdulilla tiada dalam kekurangan.

*****
Tepat jam 00.00 semuanya gaduh mengucapkan selamat ulang tahun, begitu pun dia. Memang tidak ada kue tart yang berhiaskan lilin yang akan kutiup sambil mengucapkan harapan, tapi senyum tidak pernah meninggalkan bibir ini. Aku bahagia. Sekarang. Dan kuharap untuk selamanya~

Aku tidak memiliki harapan untuk tahun mendatang, mungkin belum, tetap seperti ini pun rasanya sungguh sudah sangat cukup. Mungkinkah ini menandakan ketiadaan ambisi? Mungkin~ Tapi toh aku bahagia, sangat. Dan bukankah kebahagiaan yang setiap manusia cari? Yang mereka jadikan tujuan hidup? Rasanya aku tak butuh apa-apa lagi.

Meskipun itu, aku selalu berharap semakin mengenal Sang Kekasih, bersatu, dan menjadi tiada~

Terimakasih untuk hidup yang indah dan membahagiakan ini~

Selamat Idul Fitri 1434H
Minal aidin walfaizin, mohon maaf lahir batin ^^

Selamat ulang tahun gadis kecil :*

Sabtu, 11 Agustus 2012

Kartu Pos Dari Jauh



4 Ramadhan, sebuah ketukan cepat di pintu rumah. Aku beranjak malas dari tempatku duduk sambil membaca novel Pramoedya, Arus Balik, dan membuka pintu. Di kakiku tergeletak sebuah kartupos, samar kulihat Pak Pos berlalu dengan motor orangenya. Aku mengambil kartu pos itu dan membacanya~

Dari seorang sahabat, Froggy. Kodok terbang dari Jerman yang hobby berjalan-jalan ini mengirimiku dari Sarajevo, Bosnia. Tempat terakhir aku mengetahui keberadaannya dari blognya. Masih terasa sensasi menerima kartu pos itu hingga sekarang. Sepotong benda dari tempat yang jauh dengan tulisan tangan sang pengirim, serasa menerima sepotong jiwa dengan uluran tangan. Ada romantisme tersendiri saat menerima surat, atau dalam hal ini kartu pos. Ahhh aku lalu teringat saat kecil sering menulis surat kepada sahabat-sahabat yang jauh~ Sahabat pena. Aku seketika merindukan saat-saat mengirim surat itu dan menantikan balasannya…

Kartu pos yang dikirim Froggy ini bergambar kota Mostar, yang berjarak 2,5 jam naik bus dari kota Sarajevo~

Minggu Ceria

Minggu 15 Juli 2012

Hari ini merupakan minggu terakhir sebelum memasuki bulan Ramadhan. Keluarganya mengadakan acara makan-makan di kebun. Tidak besar, hanya keluarga intinya saja yang membuat barobbo (bubur jagung). Sayapun diajak ke sana~

Rencananya saya dan dia akan berangkat pagi, tapi memaklumi sifat lelet dia, kami pun berangkat sekitar jam dua belas. Hampir lima tahu bersama, saya sudah bisa menerima sifat lelet itu, mungkin juga sudah bosan marah-marah tentang hal itu terus menerus. Cuaca sangat panas, maklum Makassar jam segitu saat matahari berada tepat di atas kepala dan bersinar sekuat-kuatnya. Saya sudah mengantisipasi keadaan dengan memakai jaket dan bercelana panjang. Berdua, menaiki motor trailer hijaunya kami pun berangkat menuju Bili-bili, tempat kebunnya berada dan tempat tinggal orangtuanya.

Radit

Tanaman Jagung

Jagung siap dibawa pulang ^^

Sesampai di sana, semuanya telah tersedia. Saya tinggal makan saja. Ahh… Nikmat rasanya. Barobbo yang masih panas di makan dengan ikan asin, perkedel jagung, dan lombo’ terasi (sambel terasi). Temanya memang jagung, berhubung jagung yang mamanya tanam sudah siap panen. Setelah kenyang sembari berbincang-bincang saya juga sibuk bermain dengan keponakannya. Sudahkah saya mengatakan kalau saya menyukai anak kecil? Mereka begitu lucu dengan segala kepolosannya. Didepan mereka saya bisa bertingkah apa adanya, menjadi diri saya sendiri.
Penampakan Barobbo Dalam Panci Besar

Barobbo dari dekat

Jagung Bakar >.<

Setiap ke sini tidak lengkap rasanya jika saya tidak menjelajahi kebun dan melihat-lihat tanaman apa yang sedang in saat ini (siap panen), dan kali ini primadonanya memang jagung~
Bayangan kami di hamparan daun kering

Diantara pohon jagung, saya terlihat gemuk dan pendek ._.


Keponakannya sedang piknik

Azka

Ayii



Ikutan piknik :p

Ini ayam bulunya keren








Menjelang sore, kak Ina membuat kue lumpur dari labu. Baru kali ini saya memakan labu yang diolah menjadi kue, biasanya saya hanya memakan labu yang diolah menjadi sayur. Dan rasanya enak, tak lupa saya membungkusnya pulang ^^ Selain kue lumpur labu itu saya juga membawa pulang barobbo komplit dengan ikan kering, perkedel jagung, dan lombo’ terasinya, sekantong besar jagung yang baru di petik, sekantong besar ubi jalar, juga sekantong besar bayam dan cemangi yang juga baru di petik. Bisalah ubi jalarnya di buat kolak untuk berbuka nanti serta jagung, bayam, dan cemangi di buat sayur bening~



Matahari mulai terbenam


Kue lumpur dari labu


Kesenangan ketika berada di kebun, selain memanjakan mata dengan pepohonan yang berwarna hijau dimana-mana juga hasil bumi yang bisa saya petik sendiri dan oleh-oleh yang bisa saya bawa pulang, saya juga merasa menjadi bagian dari keluarganya. Memiliki orangtua sekali lagi…


Jibril lelap tidurnya setelah diayun






Azka, Radit, Kak Erna & Jibril




Selasa, 07 Agustus 2012

Gadis Kecil: Tak Ingin Pergi

Tik tok tik tok~
Waktu berjalan, terus berjalan dengan kecepatan yang sama dan ketepatan yang sama. Manusia mana yang dapat menghentikan perputaran waktu? Tiada. Tiada yang mampu!

Ini bulan Agustus tahun dua-ribu-dua-belas. Sebentar lagi aku akan semakin tua. Harus menjadi dewasa dengan segala problematikan manusia dewasa. Ada ketakutan di sini. Ada antisipasi~

Sosok gadis kecil tak ingin pergi. Dia terlalu betah dengan dunianya, dunia dongeng yang ia ciptakan sendiri. Dia takut melangkah, takut menapaki dunia nyata. Dunia para manusia dewasa. Yang jarang berfikiran dewasa~

Akankan sosok gadis kecil ini lenyap dengan bertambahnya usia? Akankah dia menjadi orang dewasa yang tanpa khayalan, tanpa mimpi, tanpa peri, tanpa tedybear yang ia peluk dan sayangi?

Gadis kecil tak ingin tersingkirkan. Ia ingin tetap ada. Meskipun umur telah menua, ia akan tetap berwujud gadis kecil. Ya, dia tak akan kemana-mana. Kuharap~

_Makassar 7 Agustus 2012, menanti sahur dengan perenungan sendiri.

Share It