Jumat, 30 November 2012

Lapakan Pertama: Tenda Mangkal Charity


Tanggal 4 November 2012, memberanikan membuka lapakan di acara ulang tahun Prambors Makassar yang bertema Tenda Mangkal Charity. Bersama Recycle and Craft Shop, Komunitas Perajut Qui-Qui, dan Diva Craft, kami saling berbagi stand.

Berhubung ini kali pertama saya membuka lapakan, semuanya jadi serba berantakan dan kurang persiapan. Bahkan saya belum memilki nama untuk "toko" saya ini, malas berfikir jadinya nama "HONEYSUCKLE" saja yang saya pergunakan. Next time, semoga bisa lebih baik.



Barang bikinan saya tersebar di tempat crafter lainnya :p

Sambil belajar merajut

Pouch Hp buatanku

Beberapa barang bikinanku

Bunganya di sulam pake tangan ^^

Pouch & bros Tedybear

Cushionku juga nyelip di tempat crafter lain :p

Oh ia, Tenda Mangkal Charity ini bertema Carnaval, jadi banyak yang berpakaian lucu-lucu, seperti cosplay lah >.< Juga ada badut dan manusia apinya (itulah om-om yang nyemburin api dari mulut).

Narsisan dulu, mumpung masih cantik :p





Trip Kota Tua: Museum Seni Rupa

Okeh postingan kali ini sangat terlambat, mood buat ngepostingnya baru ada sekarang. Postingan ini melanjutkan postingan Trip Kota Tua dan Trip Kota Tua: Museum Fatahillah.... Museum selanjutnya yang kami kunjungi adalah Museum Seni Rupa. Biaya masuknya aku sudah lupa saking sudah lamanya berlalu :p Tidak seperti Museum Fatahillah yang berantakkan, kotor, berisik, serta panas, Museum Seni Rupa ini adem, teratur, tidak kotor, pokoknya kebalik banget ma Museum Fatahillah. Betah berlama-lama di sana memandang lukisan-lukisan dan hasil seni lainnya.

Museum Seni Rupa

Naksir langit-langit serta lampunya


Narsis dulu :p


Sebenarnya di dalam museum ini dilarang berfoto, tapi kitanya pada bandel dan malah sibuk berfoto ria. Lagian penjaga museumnya tidak ada, so.... *mencari pembenaran*

Beberapa lukisan yang saya suka di sana.




Saya terpaku melihat lukisan ini, entah mengapa.

Tulisan yang ada di sudut lukisan yang di atas.




Yang ini relief gitu, tapi dicampur saja di tempat lukisan


Keramik...













Sok jadi penjual dan pembeli

Ini pajangan rasanya mau ta' culik

Penampakan di dalam museum setelah keluar dari tempat pemajangan (tempat pameran) lukisan



time to narsis ^^

Sekali lagi >.<

Jumat, 23 November 2012

Bertemu Sesama Peminat Craft



24 Oktober 2012, saya, Kak Eka, dan Kak Nindy bertemu. Kami bertiga ini sama-sama peminat craft (mau sebutnya Crafter Makassar, tapi kayaknya untuk saya belum pantas di sebut crafter) dan begitu kagum dengan Mbak Tarlen. Bermula dari ide Kak Eka untuk kopi darat dan sekalian memperkenalkan saya dengan Kak Nindy berakhirlah kami bertemu di Dunkin Mtos. Saling share, belajar simple book binding, hingga ngobrol ngarol-ngidul tidak jelas >.<
Oh ia kami juga saling bertukar hasil kerajinan kami ^^ Aku membuat dua cushion dengan aplikasi flanel bergambar musang pada sarungnya. Dan mendapatkan bros burung hantu, pembatas buku, dan notebook bergambar menara Eifel dari Kak Nindy, dan Magnet Biwi Monster, cincin dari keyboard dengan inisial D, dan kain perca bergambar burung hantu dari Kak Eka ^^
Senang rasanya mengobrol dengan orang-orang yang memiliki kesamaan minat dengan kita. Selama ini saya agak susah berbicara tentang craft dengan orang-orang di sekitarku. Ujung-ujungnya gak nyambung. Untunglah saya mulai bertemu dan berteman dengan sesama peminat craft di Makassar seperti mereka. Next time, kita ketemuan lagi ya ^^

Hujan, Senja, dan Kehadiran-Nya


Aku sangat menyukai hujan di sore hari ini. Ya, aku memang selalu menyukai hujan, sangat. Hanya saja hujan hari ini terasa sangat berbeda, lebih spesial. Ia hadir membawa kebahagian yang membuatku merasa penuh, seakan-akan aku selama ini adalah sebuah bejana yang kosong dan ia datang mengisiku.

Hujan sore hari ini memang tidak deras, hanya rintik-rintik, hanya gerimis. Tapi berlangsung cukup lama. Aku merasakan kegembiraan tanaman-tanaman dan tanah yang tersegarkan setelah berhari-hari terpanggang panasnya sinar mentari. Yang sering dikecewakan oleh datangnya gerombolan awan hitam yang menawarkan harapan palsu. Aku juga merasakan keceriaan udara di sekelilingku. Setelah lama terdiam, terpenjara, akhirnya ia bisa menari dan menari dan terus menari. Berhembus semilir pada awalnya, menyegarkan kulitku, lalu bertambah kuat dan mulai memberantakkan rambutku.

Aku sedikit terburu-buru di sore hari ini. Aku bersegera keluar rumah dan melangkahkan kakiku di aspal yang hitam mengkilat terguyur air hujan dan menunggu pete-pete kampus 02 (pete-pete = angkot). Mengambil sedikit kesempatan merasakan hujan di tubuhku, aku mengadahkan tangan dan menampung air langit itu di tanganku. Rasanya dingin. Tak lama menunggu, pete-pete 02 itu pun datang, berlari kecil aku bersegera naik dan duduk tepat di samping pintu. Bukan tempat favoritku, tapi tak apalah, entah dunia rasanya sangat indah hari ini. Ketidaknyamanan sepele tidak mampu mengusik kebahagiaanku.

Aku memandang ke luar jendela, tepat pada langit sebelah barat, dan menyadari senja akan segera datang. Ya, kau pasti tahu, selain hujan, aku juga menyukai senja. Rasanya ini seperti berkah beruntun! Hujan di saat senja adalah suasana terromantis menurutku. Dan karena hujan saat ini hanyalah gerimis, sinar matahari masih mampu menerobos awan-awan gelap itu. Pemandangan yang sangat indah, sinar-sinar itu bagaikan tangan-tangan Tuhan yang menggapaimu, mengangkatmu, dan membuaimu dalam pelukan-Nya yang penuh kasih.

Aku tidak menyadari berapa lama kejadian itu berlangsung. Beberapa detik? Beberapa menit? Entahlah. Aku terpaku melihat kuasa-Nya. Cahaya mentari yang bersinar di balik awan hitam, sesekali menampakkan diri dengan rupa yang bulat sempurna berwarna orange terang dengan latar belakang langit yang dihiasi mega merah. Dan jangan lupakan si hujan yang terus turun perlahan beserta anginnya yang berhembus. Sangat indah. Sangat luar biasa. Sangat cantik!!!!! Apakah kau sempat menolehkan pandanganmu ke langit sebelah barat di saat itu?

Seketika aku merasakan kehadiran-Nya, di luar dan di dalam diriku. Dia ada di sekitarku, mengelilingiku, merangkulku. Dia ada pada hujan yang turun, tanah yang basah, tanaman yang menari bersama angin, mentari yang mulai terbenam, langit yang tiada henti bersolek mempercantik diri, kendaraan yang melaju tersendat-sendat, manusia-manusia yang ada di dalam pete-pete bersamaku, maupun di luar sana. Dan di sini, berdegup sesuai irama yang Ia ciptakan.

Dia menganugrahiku kasih-Nya yang begitu besar saat itu. Dia mewujud di hadapanku, memperlihatkan seni-Nya, kekuasaan-Nya. Aku merasakan pemujaan yang begitu besar dan kecintaan yang begitu luas kepada-Nya, Sang Kekasih.

Lalu gedung-gedung menutupi pemandangan itu, aku tersadar dari trans. Mengambil headset dan memasangnya di HP dan mulai mendengarkan lagu-lagu. Tersenyum kecil mengingat sebuah kalimat dari buku Life Of Pi yang baru selesai kutamatkan; "Kehadiran Tuhan adalah pahala yang terindah." 

Dan tetap menyadari kehadiran-Nya~

_Makassar, 21 November 2012

*Gambar diambil di sini

Senin, 19 November 2012

Untuk Pemburu Giveaway!!!

Hay pemburu giveaway ^^ Ada kabar sangat Sangat SANGAT menggembirakan untuk kalian \(^-^)/ Seorang blogger yang baik hati memberikan, tidak tanggung-tanggung 3 hadiah!!! Tapi kita harus memilih salah satu diantara ketiga hadiah tersebut.
Penasaran? Mau tau hadiahnya apa saja???
Ini dia:
SONY W series MP3 Walkman (black)



Jam Timex

Ipod Shuffle bisa pilih warna >.<

Ngilerkan?!! Buruan ke blog Situkang Nyampah ^^

Share It