Kamis, 24 Januari 2013

Negeri di Atas Awan

Apa kabar Gadis Kecil?
Masihkah kau duduk di depan jendela?
Memandangi hujan yang berjatuhan laksana tirai permata,
atau lalu-lalang manusia yang tiada henti di luar sana.

Keluarlah...
Mari kita terbang menembus awan gelap yang akhir-akhir ini bergelayut manja di atas sana.
Terbang
dan terus terbang...

Telah kubangunkan kau sebuah negeri di atas awan.
Sebuah negeri yang damai dan tenang.
Tempat di mana kita bisa menyepi dan menikmati diri.
Melakukan hal-hal yang kita inginkan dan sukai.
Tanpa ada yang akan melarang...

Tiada agama,
tiada hukum,
tiada nilai,
dan tiada norma yang akan mengekang dan mengatur kita.

Kita bebas!
dalam artian yang sebenar-benarnya.

Telah kupadatkan lautan awan,
dan kubangunkan kastil putih nan megah..
tempat di mana kita bisa lari dan bersembunyi
menjauh dari dunia
yang dari hari ke hari semakin kejam.

_ 15 Januari 2013, di atas pesawat menuju Samarinda

4 komentar:

dwiagustriani mengatakan...

manis sekali :) seperti memakan permen kapas

Uchank mengatakan...

membaca sajak ini, seperti diserang dejavu di atas gunung.
negeri di atas awan :)
ya header saya. hhe


terima kasih. seriously, ini benar-benar seperti apa yang ingin saya katakan. tapi disajikan lbh manis olehmu. :D

dweedy ananta mengatakan...

Kak Dwi: hahaha tiap naik pesawat sy selalu membayangkan membangun rumah di atas awan kak ^^ terinspirasi dari Doraemon :p

dweedy ananta mengatakan...

Uchank: Terimakasih kembali :)
Disajikan lebih manis... hmmm... Sepertinya saya memang perempuan yang manis :p #plak *salah fokus*

Share It